Harga Ayam Potong di Padang Rp50.000/Kg

Editor: Koko Triarko

PADANG – Sehari menjelang Idulfitri 1441 hijriyah, harga ayam potong di Kota Padang, Sumatra Barat, melonjak tinggi. Harga ayam dengan berat 1,75 Kg dijual sebesar Rp50.000.

Pedagang ayam potong di daerah Lubuk Minturun, Padang, Anto, mengatakan kenaikan harga ayam memang sudah biasa terjadi di momen-momen hari besar seperti Idulfitri. Kendati terbilang mahal, ayam potong tetap diburu warga.

“Saya beli ayam ini dari pengusaha ayam di kandang. Kalau dihitung per kilogram harganya tidak sampai Rp30.000. Namun karena ayam yang siap dipotong, kini beratnya hampir mencapai 2 kilogram, harganya pun dibulatkan per ekor Rp48.000 hingga Rp50.000,” ujarnya, Sabtu (23/5/2020).

Ia menyebutkan, bila dibandingkan hari-hari biasa, ayam potong dengan berat 1 kilogram hanya Rp20.000 per kilogram. Artinya dengan berat ayam 1,75 kilogram itu, dijual dengan harga Rp30.000. Kenaikan harga ayam hanya karena lagi momen.

“Di Padang itu momen-momen harga potong naik itu, pertama waktu lebaran Idulfitri ini, Iduladha, dan liburan akhir tahun. Lain dari momen-momen itu, harga pada normal semua,” jelasnya.

Anto mengatakan, dengan harga ayam yang demikian, penjualannya malah mengalami kenaikan, ketimbang hari biasanya. Anto juga menjual ayam kampung dengan harga per ekor Rp50.000 hingga Rp60.000.

“Kalau ayam kampung itu memang lebih mahal dari ayam potong lainnya seperti yang ayam ras. Tapi peminat ayam kampung tidak begitu banyak, karena harganya yang lebih mahal, sementara dagingnya lebih sedikit,” sebutnya.

Dikatakannya, biasanya kondisi ini akan kembali normal setelah dua hingga tiga hari lebaran. Karena setelah lebaran berakhir, kebutuhan warga untuk membeli ayam potong pun menurun.

“Setelah lebaran, masyarakat biasanya lebih dominan cari ikan laut. Nah, saya pun akan beralih jual ikan. Namanya cari uang, harus pandai-pandai cari celah,” ungkapnya.

Salah seorang warga yang membeli ayam potong, Warda, mengatakan meski perantau tidak pulang di hari lebaran tahun ini karena Covid-19, namun masakan untuk keluarga tetap istimewa, yakni rendang ayam.

“Keluarga saya lebih suka ayam rendang, dan juga ada yang digulai. Kalau rendang daging juga suka, cuma harga daging mahal,” ujarnya.

Warga mengaku tidak mempersoalkan harga ayam yang dijual, karena bila dihitung per kilogramnya masih terbilang terjangkau.

“Tidak apa-apa jika hanya ada berat 1,75 kilogram, kalau berat 1 kilogram itu tidak cukup untuk dimasak bagi keluarga saya,” sebutnya.

Lihat juga...