Jateng Minta Sekolah Patuhi Aturan Saat Pembagian Rapor

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

Kadisidk Jateng Jumeri saat ditemui di Semarang, Sabtu (30/5/2020). Foto Arixc Ardana

SEMARANG — Dinas Pendidikan Jateng meminta pihak sekolah untuk memperhatikan protokol kesehatan dalam proses penyerahan rapor siswa, yang akan dimulai pada 12 Juni 2020 mendatang.

“Penyerahan buku laporan hasil belajar (rapor) semester genap Tahun Pelajaran 2019/2020, untuk jenjang SMA, SMK, SLB, akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Juni 2020 dengan menghadirkan siswa didampingi oleh orang tua atau wali masing-masing,” papar Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Jumeri di Semarang, Sabtu (30/5/2020).

Diterangkan, dalam proses penyerahan buku rapor tersebut, pihak sekolah harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sesuai dengan aturan pemerintah. Termasuk menjaga jarak, mengecek suhu badan hingga mengenakan masker.

“Setiap hari penyerahan rapor, dibatasi hanya kepada 10 siswa di setiap rombongan belajar (rombel) atau kelas, sehingga diperlukan waktu maksimal empat hari. Karena satu rombel memang dibatasi paling banyak 40 siswa,” terangnya.

Pihaknya juga menyerahkan kepada masing-masing satuan pendidikan, terkait pembagian waktu pengambilan rapor, sehingga diharapkan tidak terjadi penumpukan atau kerumunan. Pengelompokan bisa berdasarkan nomor urut absen atau pertimbangan lainnya.

“Sesuai dengan aturan pemerintah, untuk menjaga jarak, nantinya juga tempat duduk di ruangan untuk penyerahan rapor, juga diberi jarak sesuai yang direkomendasikan dalam protokol kesehatan Covid-19. Untuk menghindari kontak fisik yang semakin panjang, kita juga meminta agar dilakukan dalam waktu yang singkat dan tepat,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jumeri juga menandaskan bahwa para siswa SMA, SMK, SLB di Jateng, juga baru akan masuk sekolah kembali pada 13 Juli 2020. Dalam jeda waktu yang cukup panjang tersebut, pihaknya akan merumuskan sistem yang akan diterapkan, apakah akan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau cara lainnya.

“Sebelumnya, kita sudah memperpanjang masa PJJ atau online untuk SMA, SMK, dan SLB di Jateng, yang sudah dimulai sejak 16 Maret lalu, kita perpanjang lagi sampai dengan 12 Juni 2020. Selanjutnya, setelah mengikuti penerimaan rapor, siswa akan libur sekolah dan direncanakan baru masuk pada 13 Juli 2020,” terangnya.

Dia menuturkan, guna meningkatkan kualitas PJJ, meminta kepada masing-masing satuan pendidikan melakukan evaluasi secara menyeluruh dan melakukan berbagai perbaikan yang diperlukan.

“Selama pelaksanaan PJJ, selain materi pembelajaran, kita juga minta kepada seluruh satuan pendidikan, memberikan muatan materi yang terkait dengan pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19. Serta terus memberikan edukasi terkait dengan perilaku hidup sehat, maupun kepatuhan terhadap kebijakan penanganan pandemi Covid-19,” tuturnya.

Harapannya, siswa akan paham, terbiasa dan mempraktekkan protokol kesehatan pecegahan covid-19, dalam kesehariannya, termasuk nantinya di sekolah.

Sementara, Kepala Sekolah SMAN 3 Semarang Wiharto, mengaku sudah menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah yang dipimpinnya. Termasuk kesiapan dalam pelaksanaan pengambilan rapor.

“Sudah kita sampaikan kepada siswa, dan juga orang tua wali. Tentang aturan dalam pengambilan rapor, dengan memperhatikan protokol kesehatan. Kita juga sudah siapkan kelas-kelas yang nanti akan digunakan sebagai ruang untuk pengambilan rapor,” terangnya.

Ditandaskan, pihaknya juga sudah menyampaikan aturan-aturan tersebut kepada seluruh kepala sekolah, khususnya SMA di Semarang. “Kita juga sudah sosialisasikan kebijakan ini kepada seluruh kepala sekolah. Kita yakin jika aturan ini akan dipatuhi oleh sekolah hingga siswa dan orang tua,” pungkas Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Semarang tersebut.

Lihat juga...