Jelang PPDB, Disdik Bekasi Diminta Evaluasi Jumlah Rombel

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta Dinas Pendidikan memperhatikan kesiapan dalam penerimaan  peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 agar menyesuaikan dengan daya tampung unit sekolah baru (USB).

Pasalnya sesuai draf petunjuk teknis (Juknis) PPDB oleh Disdik Kota Bekasi unit sekolah baru minimal menerima tiga Rombel. Tetapi di lapangan masih ditemui masih ada sekolah baru yang hanya mampu menampung kapasitas dua Rombel.

“Dari monitoring di lapangan didapati ada dua unit sekolah baru yang hanya mampu menampung dua Rombel. Artinya, harus ada evaluasi terkait juknis PPDB tahun ini, untuk menyesuaikan dengan daya tampung sekolah,” kata Ali Fauzi kepada Cendana News, Kamis (21/5/2020).

Diakuinya terkait hal tersebut, DP telah memberi masukan dan laporan kepada Wali Kota Bekasi soal temuan hasil monitoring ke beberapa USB di lapangan. Dikatakan dari evaluasi ditemui ada dua unit sekolah baru yang hanya mampu menampung dua Rombel.

Menurutnya, dua unit sekolah baru tersebut harus dilakukan evaluasi agar tidak terjadi penumpukan Rombel jika mengacu Juknis Disdik minimal tiga Rombel. Hal itu disebabkan ketidaksiapan ruangan yang belum memenuhi standar aturan.

“kekhawatiran USB menerima peserta didik, tapi tidak memenuhi syarat ruangan. Makanya kita adakan monitoring dan betul saja ada dua USB hanya bisa menerima dua Rombel,” ujar Ali meminta evaluasi Juknis PPDB tersebut.

Dalam kesempatan itu dia juga meminta PPDB tahun 2020-2021 bisa dilaksanakan sesederhana mungkin, mengingat kondisi pandemi Covid-19. Kondisi tahun ini berbeda dibanding tahun sebelumnya, jangan sampai menjadi keluhan masyarakat hingga menambah beban warga yang tengah kesusahan.

Masukan tersebut juga disampaikan saat bertemu Wali Kota Bekasi sebagai bahan masukan dari Dewan Pendidikan. Salah satunya agar PPDB tahun ini tidak dipersulit melalui berbagai sistem. Begitu pun persyaratannya, di tengah wabah corona tengah merajalela di Bekasi.

PPDB tahun ini jelasnya Dewan Pendidikan mengusulkan agar persentase 60 persen jalur zonasi, sisanya afirmasi, prestasi dan jalur pindahan. Khusus jalur tahfiz Quran tidak ada lagi tes calon peserta didik cukup memberikan bukti sertifikat yang dibuat oleh Lembaga Pengembangan Tilawatill Quran (LPTQ).

“Kami ingin jalur zonasi tahun ini, lebih besar kuotanya begitu pun untuk jalur afirmasi karena jalur afirmasi dikhususkan bagi siswa yang tidak mampu, dan tahun ini tentu banyak untuk afirmasi ini” pungkasnya.

Lihat juga...