Kredit Macet di KUD Desa Madura Cilacap Capai 50 Persen

Editor: Koko Triarko

CILACAP – KUD Mandiri Lestari Sejahtera di Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, akan mulai menyalurkan kembali bantuan kredit Modal Kita pada pertengahan Juni 2020. Namun, pihak koperasi akan melakukan seleksi ketat terhadap calon penerima kredit.

Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso, mengatakan selama pandemi ini menjadi evaluasi bagi pihak koperasi, untuk memilah para nasabah yang rajin mengangsur, meskipun hanya sebagian dari nilai angsuran. Sehingga dalam penyaluran bantuan kredit selanjutnya lebih terseleksi.

“Sampai sekarang angsuran yang macet mencapai 50 persen lebih, dan kemungkinan bulan depan jumlahnya bertambah. Karena itu kita akan sangat selektif untuk penyaluran bantuan kredit selanjutnya,” kata Puji Heri, Jumat (29/5/2020).

Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso, di Cilacap, Jumat (29/5/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Menurut Puji Heri, besarnya angsuran yang macet sebagai dampak dari pandemi Covid-19 ini cukup mengganggu, karena pemasukan koperasi jauh berkurang dan perputaran uang juga terhenti.

“Kita selalu sampaikan kepada para nasabah, jika mempunyai uang lebih, sebaiknya angsuran dibayarkan, meskipun hanya separuh. Misalnya, angsuran Rp100.000, bisa dibayarkan Rp100.000 terlebih dahulu atau Rp50.000, yang penting ada pembayaran. Hal ini juga supaya ke depannya nasabah tidak terlalu berat untuk melunasi angsuran, karena banyaknya tunggakan,” jelasnya.

Penyaluran bantuan kredit Modal Kita sudah terhenti sejak memasuki bulan puasa sampai saat ini. Sehingga, pengurus koperasi hanya fokus untuk me-maintanance para nasabah saja.

Sampai akhir Maret lalu, KUD Mandiri Lestari Sejahtera sudah menyalurkan bantuan modal untuk masyarakat hingga Rp4.5 miliar. Penyaluran bantuan kredit modal usaha tersebut untuk warga Desa Madura sebanyak 1.690 orang.

Salah satu nasabah Modal Kita, Misdi, warga Dusun Babakan, Desa Madura, mengatakan sejak pandemi ini, usahanya yaitu produksi telur asin menurun dratis, sehingga untuk membayar angsuran ia juga kesulitan. Bahkan, sudah sekitar dua minggu terakhir, ia berhenti berjualan telur asin.

“Setiap bulannya saya harus membayar angsuran pinjaman Modal Kita Rp302.000. Selama ini angsuran pinjaman berjalan lancar dan baru mulai April 2020 lalu, saya tidak bisa membayar angsuran, jadi sampai sekarang sudah dua bulan tidak membayar angsuran. Rencananya awal bulan Juni nanti, saya mulai berjualan telur asin lagi dan mulai menyisihkan uang untuk membayar angsuran di koperasi,” tuturnya.

Lihat juga...