Lebaran, Produksi Sampah Warga DKI Jakarta Turun

Pemulung memilah sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kalibata, Jakarta, Kamis (9/4/2020) – Foto Dok Ant

JAKARTA – Jumlah produksi sampah warga DKI Jakarta, yang diantar ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, menurun pada hari pertama Idul Fitri 1441 Hijriah, Minggu (24/5/2020).

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, pada hari pertama lebaran, sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang sekitar 2.195 ton atau setara dengan 432 rit truk sampah. Dibandingkan dengan produksi sampah pada H-1 Lebaran, Sabtu (23/5/2020) mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Total sampah warga DKI Jakarta pada H-1 lebaran mencapai 6.995 ton atau setara dengan 1.299 rit truk sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, berdasarkan pengalaman empiris di tahun-tahun sebelumnya, tonase sampah selalu menurun saat pra dan pascalebaran. “Namun tahun ini terjadi sedikit perubahan pola, karena ada larangan melakukan mudik, sehingga warga di ibu kota relatif tidak berkurang,” kata Andono, Senin (25/5/2020).

Jika dibandingkan data 2019, saat itu di H-1 Lebaran saat warga boleh mudik, tonase sampah mencapai 7.145 ton atau setara 1.321 rit truk sampah. Andono memperkirakan, volume produksi sampah akan kembali normal pada H+3 lebaran, Rabu (27/5/2020). Hal itu memperhitungkan tukang-tukang gerobak RT dan RW, yang sempat libur merayakan Idul Fitri telah kembali bertugas. Sehingga akumulasi tumpukan sampah di tempat sampah masing-masing rumah mulai dikirim ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Hal tersebut sudah diantisipasi  dengan Pola dan strategi operasi yang sudah ada. Selama libur Idul Fitri 1441 H, TPST Bantargebang tetap beroperasi 24 jam. Sebanyak 300 personel ditugaskan piket di tempat pengelolaan sampah tersebut. “Per hari ini dwelling time atau waktu rata-rata truk sampah mengantri, menimbang dan menurunkan sampah sampah di sana hanya 2 jam 15 menit. Ini salah satu indikator pengelolaan TPST Bantargebang tetap normal,” tambah Andono.

Sementara saat sebelum Lebaran, para supir truk sudah diinstruksikan untuk mengosongkan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) yang ada di seluruh wilayah Jakarta. Pengosongan dilakukan agar TPS dapat menampung sampah dengan kapasitas maksimal pada saat libur hari H dan H+1 lebaran.

Selain itu agar kondisi lingkungan sekitar TPS tetap nyaman, tidak berbau menyengat, serta menghindari berkembangnya lalat dan vektor penyakit lainnya. “Sampah jika lebih dari tiga hari berdiam di TPS sudah mulai membusuk, dan membuat tidak nyaman lingkungan. Kita menghindari itu,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...