Masjid Pesantren dan Langgar di Banyumas Boleh Gelar Salat Id

Editor: Koko Triarko

Bupati Banyumas, Achmad Husein. –Dok: CDN

PURWOKERTO – Berdasarkan hasil pertemuan bupati dengan forum pimpinan daerah (Forkompinda) serta tokoh masyarakat dan para kiai, ada dua jenis masjid yang diperbolehkan menyelenggarakan salat Id di Banyumas. Yaitu masjid di lingkungan pondok pesantren dan masjid kecil (musala) atau biasa disebut langgar di kampung yang jemaahnya berjumlah 10-15 orang.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan masjid di lingkungan pondok pesantren merupakan masjid tertutup dan hanya para penghuni pesantren yang melakukan aktivitas di masjid tersebut. Bahkan, masyarakat sekitar pondok pesantren juga tidak diperbolehkan masuk.

“Untuk pelaksanaan Salat Id di masjid lingkungan pondok pesantren diperbolehkan, namun pihak pesantren harus melakukan kontrol yang ketat, jangan sampai orang di luar pondok masuk,” jelas Bupati, Sabtu (23/5/2020).

Sementara untuk masjid kecil atau di kampung biasa disebut langgar juga diperbolehkan, dengan pertimbangan langgar tersebut hanya untuk musala keluarga dan jemaahnya maskimal 15 orang. Pelaksanaan Salat Ied juga harus menerapkan protokol pencegahan Covid-19, yaitu wajib cuci tangan, antar jemaah jaga jarak minimal 1,5 meter dan menggunakan masker.

“Selain dua jenis masjid tersebut, pelaksanaan Salat Id bersama dilarang. Karena Kabupaten Banyumas masih masuk dalam zona merah Covid-19, sehingga kewaspadaan dan pencegahan harus terus dilakukan,” tegas Husein.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, untuk pelaksanaan takbiran di masjid dan musala diperbolehkan. Dengan catatan jumlah orang yang melakukan takbiran dibatasi dan mematuhi protokol pencegahan Covid-19, serta microphone atau pengeras suara tidak dipergunakan bersama-sama.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyumas yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Dukuhwaluh, Purwokerto, mengatakan sejak awal pandemi, pondok pesantren asuhannya sudah melakukan lockdown lokal. Santri yang berada di dalam pondok tidak diperbolehkan keluar, termasuk pulang kampung dan sebaliknya, santri yang sedang pulang, tidak diperbolehkan kembali ke pesantren untuk sementara waktu.

“Pondok pesantren kami betul-betul sudah lockdown sejak awal pandemi, sehingga santri yang berada di dalam pondok pesantren sekarang ini, merupakan santri-santri yang sejak awal pandemi sudah berada di sini, dan jumlah penghuni tidak bertambah serta tidak berkurang. Sehingga komunitas pesantren kita sangat terjaga dari lingkungan luar dan aman untuk melaksanakan Salat Id. Selama ini aktivitas keagamaan juga tetap berjalan seperti biasa. Ada Salat Tarwih di masjid, tadarus dan sebagainya,” tuturnya.

Lihat juga...