Mencegah Penyebaran Corona, Wali Kota Kediri Berlakukan PKM

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar – Foto Ant

KEDIRI – Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, memutuskan untuk melakukan kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), sebagai upaya mengantisipasi pencegahan penyebaran virus corona di kota tersebut.

“Ini angkanya tinggi, kami adakan pembatasan kegiatan masyarakat khusus di Kota Kediri. Akan ada tim yang berkeliling terus,” kata Abdullah Abu Bakar, Sabtu (16/5/2020).

Kebijakan itu dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona di Kota Kediri. Sampai saat ini jumlah pasien yang terkonfirmasi positif corona di Kota Kediri masih terus bertambah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima menyebut, Kota Kediri belum mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dan Wali Kota Kediri telah memilih opsi PKM. “Bukan PSBB tapi jalan tengah antara PSBB dan tidak PSBB. Pak Wali Kota menyebutnya PKM (pembatasan kegiatan masyarakat),” kata dr Fauzan.

Di Kota Kediri, pada Sabtu (16/5/2020), terdapat satu pasien yang terkonfirmasi positif, hasil tracing dari buruh linting dari Pabrik Rokok Simustika Tulungagung. Pasien tersebut merupakan adik pasien yang merupakan buruh linting, dan dinyatakan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).

Yang bersangkutan pernah dilakukan rapid test dan swab, dan kemudian dinyatakan positif. Dengan tambahan terkonfirmasi tersebut, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif corona di Kota Kediri sudah mencapai 26 orang.

Dari jumlah itu, ada delapan orang yang dirawat, 11 orang dipantau dan sisanya tujuh orang telah dinyatakan sembuh. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 295, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 22 orang.

Sebelumnya, belasan warga Kota Kediri, yang merupakan kluster Pabrik Rokok Simustika di Tulungagung telah dinyatakan positif COVID-19 dari hasil swab yang dilakukan. Dari mereka ada yang dirawat di rumah sakit, puskesmas, maupun isolasi diri. Dengan kondisi tersebut, Pemkot Kediri meminta warganya menerapkan social distancing, tidak berkumpul di kafe, dan warung. Hal itu untuk meminimalisir penyebaran virus corona. (Ant)

Lihat juga...