Meski Pandemi COVID-19, Masyarakat Diminta Tidak Takut Donor Darah

Logo Palang Merah Indonesia (PMI) – Foto Ant

JAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat mengajak masyarakat agar tidak takut mendonorkan darahnya, meski saat ini sedang dalam masa pandemi COVID-19. Protokol kesehatan dipastikan dapat terlaksana dengan baik, meski menjalan proses donor darah.

“Memang diakui ada masyarakat masih takut dan ini yang terus kita edukasi, baik itu dengan menggunakan masker saat donor darah serta sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” kata Kepala Divisi Palang Merah Remaja (PMR) dan Relawan PMI Pusat, Exkuwin di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Ajakan tersebut disampaikan, mengingat stok darah di PMI pusat yang saat ini masih kurang karena masa pandemi COVID-19. Bahkan, saat awal-awal kemunculan virus tersebut, stok darah di PMI sempat mengalami penurunan hingga 70 persen. “Namun saat ini sudah mulai naik dengan sejumlah upaya yang dilakukan PMI walaupun jumlahnya masih kurang,” tandasnya.

Kenaikan stok darah tersebut setelah diadakannya kampanye secara daring oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla. Kegiatan itu merangkul TNI, Polri, serta sejumlah institusi yang memiliki banyak personel. Hasilnya, dapat terkumpul darah yang dapat membantu kesediaan stok.

Penurunan stok darah PMI terjadi tidak hanya karena ketakutan pendonor terpapar COVID-19, namun juga karena momentum puasa. “Namun untuk pelayanan donor darah itu akan terus ditinjau,” tandasnya.

Secara umum di tengah pandemi COVID-19, PMI terus melakukan komunikasi dan mengedukasi masyarakat untuk tetap di rumah, menjaga jarak fisik satu dengan lainnya, menggunakan masker saat ke luar rumah serta rajin mencuci tangan. Di samping itu, PMI terus melakukan pendistribusian paket sembako serta paket Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada masyarakat. “Dalam paket PHBS terdapat sabun, masker dan sebagainya yang dibutuhkan,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...