Meski Sepi Pembeli, Misdi Tetap Produksi Telur Asin

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

CILACAP — Sejak satu minggu terakhir, Misdi penjual telur asin di Dusun Babakan, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap sudah berhenti berjualan akibat sepinya pembeli. Nasabah dari KUD Mandiri Lestari Sejahtera Cilacap ini, praktis tidak mempunyai pemasukan sama sekali.

“Usaha saya hanya telur asin ini dan sudah satu minggu tidak berjualan, jadi tidak ada pemasukan sama sekali menjelang lebaran ini,” keluhnya, Jumat (22/5/2020).

Keputusan untuk berhenti sementara berjualan telur asin ini karena penjualan terus menurun. Telur asin yang dititipkan di warung-warung selalu tersisa dalam jumlah banyak.

Meskipun begitu, Misdi tidak mau berdiam diri. Ia tetap memproduksi telur asin, sebagai persiapan untuk dipasarkan sesudah lebaran nanti. Bahkan sampai saat ini sudah sekitar 500 butir telur asin yang diproduksinya.

“Telur asin itu kalau semakin lama, rasanya semakin enak, jadi kita berani untuk produksi sekarang dan dijual nanti setelah lebaran. Sekarang sudah produksi 20 bak, masing-masing bak isinya antara 22-25 butir telur, jadi sudah ada ratusan,” tuturnya.

Produksi telur asin ini juga merupakan win-win solution antara Misdi dengan peternak bebek. Dimana para peternak bebek kesulitan untuk menjual telurnya dan Misdi tidak mempunyai modal untuk memproduksi telur asin. Sehingga peternak bebek memperbolehkan telur-telur hasil panennya untuk dibawa Misdi terlebih dahulu, tanpa ada pembayaran di awal.

“Jadi peternak bebek itu kebetulan sudah kenal lama dan percaya kepada saya, sehingga telurnya boleh dibawa dulu, karena dia juga kesulitan untuk menjual telur mentah di tengah pandemi ini. Untuk pembayarannya nanti setelah telur-telur asin laku dijual,” ungkapnya.

Di tengah pandemi yang membuat usahanya harus terhenti tersebut, Misdi merasa bersyukur baru-baru ini ia mendapat bantuan sembako dari KUD Mandiri Lestari Sejahtera Cilacap. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti untuk menyambung hidup. Terlebih sudah dua bulan ini, ia terpaksa tidak bisa membayar angsuran pinjaman ke koperasi.

“Saya belum bisa membayar angsuran untuk kedua kalinya, tetapi malah diberi bantuan sembako oleh koperasi, jadi terima kasih sekali,” ucapnya.

Setiap bulannya Misdi harus membayar angsuran pinjaman Modal Kita Rp 302.000. Selama ini angsuran pinjaman berjalan lancar dan baru mulai bulan April 2020, ia tidak bisa membayar angsuran.

Sementara itu, Manager Usaha dan Modal Mikro, KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Ery Rahmat Januar mengatakan, Yayasan Damandiri memang memberikan kebijakan untuk memberikan keringanan kepada para nasabah yang usahanya terdampak pandemi. Dan salah satu nasabah KUD Mandiri Lestari Sejahtera yang mendapat keringanan penudaan angsuran adalah Pak Misdi.

Lihat juga...