Nelayan di Bintan Kesulitan Peroleh Solar

BINTAN – Masyarakat nelayan tradisional di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), dalam sepekan teraahir tidak turun melaut karena kesulitan mendapatkan solar subsidi di Pertamina Kawal.

“Betul, sudah sepekan ini, nelayan setempat tidak bisa mendapatkan solar subsidi di Pertamina Kawal,” kata Ketua Komite Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Bintan, Buyung Adly, Jumat (15/5/2020).

Penyebabnya, kata Buyung, nelayan harus memiliki surat rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bintan. Padahal, nelayan sudah mempunyai Surat Pas Kecil dan Kartu Kendali BBM, agar mudah mendapatkan solar subsidi dengan kuota yang sudah ditentukan DKP.

“Namun dalam minggu ini, ada informasi aturan yang berubah, mengharuskan nelayan mendapatkan lagi rekomendasi dari DKP Bintan agar bisa mengambil minyak menggunakan wadah jerigen,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, pihak PT Pertamina tidak berani melakukan penjualan solar subsisi tanpa ada keterangan-keterangan yang benar. KNTI bersama nelayan juga akan turun ke DPRD Bintan, khususnya ke Komisi II untuk memperjelas permasalahan ini.

“Seharusnya pemerintah mempermudah pekerjaan nelayan, apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19, masyarakat sudah susah, jangan dibuat makin susah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DKP Bintan, Fachrimsyah, membenarkan adanya kendala pembelian solar subsidi di tingkat nelayan di Bintan karena adanya perubahan kebijakan dan pihaknya sedang membuat surat edarannya.

“Iya, ada penyesuaian aturan. Jika dulu setiap 6 bulan sekali membuat surat rekomendasi dan diperpanjang, kini setiap bulan dilaporkan dan diperpanjang,” sebutnya.

Sebetulnya, kata Fachrimsyah, tidak ada kendala pembelian solar subsidi itu bila ketentuannya dilaksanakan, apalagi saat ini harga solar nonsubsidi lebih murah dari solar subsidi, yakni Rp4.800 per liter, sementara solar subsidi Rp5.500 per liter.

“Saat ini, kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Kepri terkait surat rekomendasi ke nelayan. Namun, untuk kuota minyak ke nelayan tidak ada pengurangan,” ucapnya. (Ant)

Lihat juga...