Omzet Pedagang di TPU Jaktim, Menurun

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Ziarah kubur  ke makam anggota keluarga menjadi tradisi yang kerap  dilakukan di momen lebaran, setiap tahunnya. Suasana Taman Pemakaman Umum (TPU) pun selalu ramai peziarah melantunkan doa-doa untuk keluarganya yang telah wafat.

Hingga pedagang bunga dan makanan  yang mengais rejeki di area TPU pun mendapat keuntungan berlipat karena banyak pembelinya.

Namun lebaran 1441 Hijriyah ini sangat berbeda, suasana TPU sepi pengunjung. Salah satunya TPU Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Hingga pedagang pun mengeluhkan penurunan omzet dibandingkan tahun lebaran tahun lalu.

Tahun 2020 ini suasana Hari Raya Idulfitri diwarnai kondisi maraknya wabah Covid-19, ziarah kubur tak seramai biasanya. Ini karena adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari pemerintah untuk tetap berada di rumah pada masa pandemi Covid-19.

Fatimah, salah satu pedagang bunga di TPU tersebut mengatakan, merebaknya virus Covid-19 dan adanya larangan masyarakat untuk keluar rumah sangat berdampak bagi para pedagang di sini.

Fatimah, pedagang bunga di TPU Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, saat ditemui pada Selasa (26/5/2020). Foto: Sri Sugiarti

Menurutnya, sejak hari pertama lebaran  pengunjung yang ziarah ke makam keluarga terlihat sepi. Begitu pula hari kedua hingga ketiga ini. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya selalu ramai yang ziarah kubur, hingga hari keempat lebaran itu masih ramai.

Hal ini kata dia, berdampak pada penurunan omzet yang didapatkan. “Omzet turun 50 persen, hari ketiga lebaran ini saja belum ada yang beli. Hari pertama dapat Rp 400 ribu, hari kedua Rp 300 ribu. Ini saya jualan berdua suami, kita dua meja dengan jarak agak jauhan,” ujar Fatimah kepada Cendana News, Selasa ( 26/5/2020).

Padahal kata Fatimah, lebaran tahun lalu pada hari pertama saja omzet berlimpah. Begitu pula hari kedua dan ketiga masih ramai pembeli bunga.

“Tahun lalu, omzet dari pagi sampai siang di lebaran pertama itu bisa Rp2 jutaan. Begitu juga hari berikutnya masih bagus omzetnya. Tahun ini mah tahun corona, sepi. Tapi ya disyukurin saja, alhamdulillah, saya dan suami masih diizinin jualan di sini,” ucap Fatimah lirih.

Sami, pedagang lainnya juga mengeluhkan hal senada. Dia mengatakan, biasanya TPU ini tidak pernah sepi pengunjung di saat lebaran menjadikan omzet jualan bunga berlimpah. Namun kata Sami, tahun di mana maraknya wabah corana ini berdampak omzet menurun drastis.

“Penjualan turun 50 persen, ya mau gimana lagi akibat corona. Tahun lalu, omzet saya lumayan bagus. Tahun ini mah hari pertama saja cuma Rp200 ribu, hari kedua Rp100 ribu, satu kantong plastik bunga harganya Rp5.000. Ini hari sepi, baru dua plastik bunga terjual,” ujar Sami kepada Cendana News, Selasa (26/5/2020).

Menurutnya, omzet penjualan turun disebabkan masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah termasuk ziarah ke makam keluarga di saat lebaran ini.

“Anjuran pemerintah larang warga keluar rumah ya bagus ya untuk cegah penularan virus corona. Tapi ya ziarah kubur jadi sepi, dampaknya pendapatan pedagang di sini turun,” ungkap wanita 53 tahun ini.

Ata (kemeja putih) dan Umimah (hijab pink), pedagang Soto Mie Bogor di TPU Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, saat ditemui pada Selasa (26/5/2020). -Foto: Sri Sugiarti

Dampak penurunan omzet juga dirasakan oleh pasangan suami istri, Ata dan Umimah. Mereka setiap tahun disaat lebaran selalu jualan soto mie Bogor di TPU tersebut.

Dagangan mereka pun selalu ludes hingga meraih omzet berlimpah juga seperti pedagang lainnya. Namun lebaran tahun ini dirasa sangat sepi pembeli dikarenakan pengunjung TPU juga tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

“Hari pertama rada ramaian, pokoknya berangsur saja yang ziarahnya nggak bludak kaya tahun lalu.  Tahun lalu mah ramai yang ziarah itu sampai hari keempat. Jualan juga lumayan laris. Tahun ini mah sepi, turun pendapatan juga ya 50 persen,” kata Ata.

Namun dia tetap bersyukur masih ada saja yang membeli soto mei Bogor yang dipasarkannya. “Alhamdulillah, hari pertama mah abis sampai sore jualannya. Hari kedua masih ada yang beli juga, dagangan memang nggak habis. Kalau tahun lalu mah hari pertama dan kedua, bada zuhur itu udah abis dagangan saya ini,” urai pria 65 tahun ini.

Tapi Ata dan Umimah sangat bersyukur masih diizinin jualan di TPU ini. Menurutnya, penurunan omzet memang sangat terasa tapi hal ini bukan dirinya saja yang terdampak. Tetapi hampir semua pedagang yang jualan di sini.

“Saya mah bersyukur pan rezeki mah Allah SWT sudah mengatur. Tahun ini wabah corona, pan kita nggak tahu musibah ini datang. Banyak bersyukur saja biar dikasih sehat sama Allah SWT, jadi bisa tetap jualan,” imbuh Ata.

Dia mengaku setiap harinya, jualan soto mie Bogor di jalan Haji Hasan, Kampung Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Namun kalau pas lebaran tiba selalu jualan di TPU ini.

“Saya sudah tahunan saban lebaran jualan di sini. Tahun sebelumnya samlai hari keempat itu masih ramai yang ziarah,” ujarnya.

Fatimah, Sami dan Ata berharap wabah Covid-19 segera teratasi, sehingga kondisi perekonomian bisa kembali pulih. “Harapan saya, virus corona cepat pergi dari Indonesia, biar ekonomi Indonesia kembali pulih. Ya kan saya kadang nggak lebaran juga suka jualan bunga di sini,” ujarnya.

Begitu pula dengan Ata mengharapkan corona dapat segera reda, sehingga tidak banyak berjatuhan korban. “Ekonomi normal lagi, barang pokok, bahan-bahan untuk jualan juga turun lagi harganya. Kalau sekarang kan serba mahal,” pungkasnya.

Lihat juga...