Pandemi Covid-19, Puskesmas di Semarang Tetap Berikan Layanan

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

SEMARANG — Dinas Kesehatan Kota Semarang menandaskan, selama pandemi covid-19, pelayanan kesehatan di puskesmas, tetap dilakukan. Termasuk imunisasi, pemeriksaan ibu hamil hingga rapid test.

Kepala Puskesmas Manyaran Semarang, Fina Lutfiya Rahmi saat memberikan keterangan, Sabtu (30/5/2020). Foto Arixc Ardana

“Masyarakat tidak perlu khawatir, selama pandemi, layanan kesehatan di puskesmas tetap berjalan seperti biasa,” papar Kadinskes Kota Semarang, Abdul Hakam di Semarang, Sabtu (30/5/2020).

Bahkan, pihaknya telah menginstruksikan kepada 37 Puskesmas di Kota Semarang untuk memberikan pendampingan, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang Covid-19, sejak pandemi tersebut mulai tersebar di wilayah kerjanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Puskesmas Manyaran Semarang, Fina Lutfiya Rahmi. Selama pandemi covid-19, seluruh layanan kesehatan tetap diberikan, termasuk imunisasi, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, serta aturan penyesuaian lainnya.

“Puskesmas tetap buka mulai pukul 07.00 WIb – 17.00 WIB. Pelayanan kami berikan, dengan mengedepankan protokol kesehatan,” terangnya.

Petugas yang memberikan layanan kesehatan mengenakan baju hamzat dan alat pelindung diri (APD). Setiap masyarakat yang hendak memeriksakan diri, atau mengantar pasien, saat akan masuk puskesmas, dicek suhunya terlebih dahulu.

“Kalau suhu tinggi, mereka akan kita pisahkan. Jadi tidak berinteraksi dengan pasien lain, yang tidak demam. Mereka juga wajib mengenakan masker,” terangnya.

Termasuk, jika ada masyarakat yang memeriksakan diri tersebut, menunjukkan gejala klinis covid-19, pihaknya juga akan melakukan rapid test.

“Jika ada pasien yang dalam keluhan sakitnya tersebut, menunjukkan gejala klinis, atau diketahui baru pulang atau datang dari daerah pademi covid-19, kita akan dilakukan rapid test. Jika reaktif langsung dirujuk,” terangnya.

Demikian juga dengan para pendatang, juga dilakukan pendataan dan rapid test. “Termasuk mereka yang tidak reaktif, namun melakukan kontak dengan penderita positif covid, juga langsung kita rujuk untuk dilakukan swab test,” lanjut Fina.

Dipaparkan, selama pandemi covid-19 di Semarang, Puskesmas Manyaran sudah melakukan rapid test lebih dari 60 kali. “Sudah cukup banyak, karena jika ada satu pasien positif, dia bisa kontak erat bisa lebih dari 10 orang. Kita rapid test, mulai dari lingkungan rumah, keluarga hingga pertemanan,” tegasnya.

Sedangkan, untuk layanan imuniasi juga tetap dilakukan, namun dengan lokasi gedung yang berbeda. “Kita pisahkan dengan layanan umum, kebetulan untuk di Puskesmas Manyaran ada satu gedung lagi di belakang, yang kita gunakan untuk imunisasi, sehingga mereka terpisah dari pasien lainnya,” pungkas Fina.

Pihaknya berharap dengan berbagai langkah tersebut, masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan secara optimal di puskemas, meski pandemi covid-19 masih melanda.

Lihat juga...