Pasar Ateh Bukittinggi Kembali Dibuka Seiring Penerapan New Normal

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

BUKITTINGGI — Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, akan membuka Pasar Ateh Bukittinggi seiring penerapan New Normal pada pada bulan Juni 2020 mendatang. Pasar ini menjadi bagian dari pariwisata daerah setempat.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit yang ditemui di Bukittinggi, Sabtu (30/5/2020). Foto: M. Noli Hendra

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan, akibat adanya pandemi Covid-19 Pasar Ateh Bukittinggi harus ditutup, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19. Sekarang pihaknya tengah mempersiapkan penerapan New Normal, setelah menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Diperkirakan Pasar Ateh Bukittinggi itu dibuka pada tanggal 6 Juni 2020 mendatang,” katanya, Sabtu (30/5/2020).

Menurutnya, untuk di Pasar Ateh itu terdapat 800 lebih toko yang disediakan. Suasana di Pasar Ateh Bukittinggi kali ini akan berbeda bila dibandingkan dulunya, sebelum bencana kebakaran melanda bangunan Pasar Ateh Bukittinggi tersebut.

Perbedaan itu terlihat, nuansa yang dihadirkan itu seperti mall, dimana lebih bersih dan lebih nyaman untuk dikunjungi. Dia berharap, dengan dibukanya nanti Pasar Ateh Bukittinggi itu, perekonomian dan pariwisata kembali membaik.

“Pasar Ateh Bukittinggi merupakan bagian dari pariwisata di daerah ini. Sekarang sejumlah tempat wisata telah dibuka untuk umum. Nah seiring dengan itu, masjid, hotel, juga akan dibuka pula,” ujarnya.

Begitu juga terhadap pasar tradisional lainnya. Meski selama ini tetap berdagang, dengan adanya New Normal nantinya, mereka masih tetap berdagang seperti biasanya. Namun seperti yang terlihat, lapak-lapak pedagang juga mengikuti protokol kesehatan, artinya ada jarak antara satu lapak dengan lapak lainnya.

“Begitu juga untuk pedagang, selain lapak nya yang diatur, mereka juga wajib menggunakan masker,” sebutnya.

Tidak hanya itu, agar bisa memberikan rasa aman Pemko Bukittinggi juga menyediakan westafel portable di sejumlah titik kawasan pasar. Westafel portable itu dapat digunakan sebelum berbelanja dan sudah berbelanja di pasar.

“Jadi intinya itu, meski tempat wisata telah dibuka. Protokol kesehatan tetap kita terapkan. Kepada masyarakat atau pengunjung diharapkan, mematuhi hal itu. Sebab, bagi yang melanggar, akan didenda dengan cara wajib beli masker sebanyak tiga buah. Masker itu untuk dirinya, bukan buat petugas,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, Bukittinggi merupakan satu-satunya daerah yang akan menerapkan New Normal di Sumatera Barat. Untuk itu, hari ini Pemrov perlu melihat kesiapan, apakah sudah siap untuk New Normal.

“Bukittinggi ini akan menjadi percontohan bagi Pemprov, ketika nanti menerapkan New Normal dalam skala provinsi. Sehingga tidak ada kesalahan soal penerapan New Normal itu,” ujarnya.

Masih ada 18 kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang sampai saat ini masih menjalankan PSBB. Untuk PSBB saat ini tengah dijalani ke tahap III nya dimana sudah dimulai hari ini Sabtu (30/5) dan berakhir 7 Juni 2020 mendatang.

Wagub menyatakan ada kemungkinan setelah berakhir PSBB tahap III ini, menuju New Normal secara keseluruhan daerah di Sumatera Barat. Jadi, sejumlah daerah kini tengah mempersiapkan.

Lihat juga...