Pascalebaran, Harga Daging Ayam di Banyumas Berangsur Turun

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

PURWOKERTO — Harga daging ayam serta telur di Kabupaten Banyumas berangsur turun pasca lebaran. Sebelumnya harga daging ayam mencapai Rp 42.000 per kilogram saat lebaran dan sekarang sudah turun menjadi Rp 37.000 per kilogram.

“Setiap hari turun sekitar Rp 1.000, kemarin masih Rp 38.000 per kilogram, hari ini sudah turun lagi menjadi Rp 37.000 per kilogram,” kata salah satu penjual daging ayam di kios Jalan Brigjen Encung, Purwokerto Utara, Agus, Sabtu (30/5/2020).

Menurutnya, turunnya harga daging ayam secara perlahan ini, karena permintaan di pasar masih tinggi. Dalam sehari misalnya, kios tempatnya bekerja bisa menjual hingga ratusan ekor ayam.

“Yang beli daging ayam masih banyak, apalagi warung makan sekarang sudah mulai banyak yang buka, jadi harganya masih bertahan tinggi,” tuturnya.

Meskipun banyak pesanan daging ayam, Agus mengaku tidak pernah sampai kehabisan stok. Sehingga berapapun tambahan pesanan, bisa dipenuhi. Hal tersebut karena permintaan daging ayam, meskipun meningkat, namun peningkatannya tidak sebanyak lebaran tahun lalu.

“Kalau lebaran tahun lalu, kios kita bisa buka sampai malam hari, tetapi lebaran kemarin hanya sampai sore hari saja, pembeli sudah sepi, jadi walaupun stok masih ada, kita sudah tutup pada sore hari,” jelasnya.

Selain daging ayam, harga telur juga mulai berangsur turun. Saat lebaran kemarin, harga telur mencapai Rp 28.000 per kilogram dan sekarang sudah turun menjadi Rp 24.000 per kilogram.

Sementara itu, salah satu pembeli, Sukmawati sempat protes karena masih tingginya harga ayam. Sebab harga daging ayam normalnya hanya kisaran Rp 32.000 per kilogram.

“Lebaran sudah selesai seminggu lalu, kok masih mahal daging ayam ya, telur juga masih mahal,” katanya.

Sukmawati mengaku, saat lebaran ia sengaja tidak membeli ayam karena harganya mahal. Suguhan opor ayam hampir ada di setiap rumah saudara, sehingga ia memilih untuk memasak rendang saja.

“Baru hari ini mau masak opor ayam sendiri, lebaran kemarin makan opor di tempat orang tua. Saya kira harga daging ayam sudah normal, ternyata masih tinggi juga,” keluhnya.

Lihat juga...