Pasien Positif Covid-19 di Indonesia 25.216 Orang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia dari hari ke hari terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Di mana data terbaru hari ini menunjukkan ada penambahan 678 kasus baru. Sehingga jumlah total positif Covid-19 mencapai 25.216 kasus yang tersebar di 34 provinsi di tanah air.

“Sampai dengan hari ini, Jumat 29 Mei 2020 pukul 12.00 WIB, kita dapatkan konfirmasi pasien positif Covid-19 mencapai 25.216 kasus. Di mana hari ini ada penambahan sebanyak 678 kasus baru,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, saat jumpa pers terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (29/5/2020).

Sementara itu, kata Yuri untuk jumlah pasien yang sembuh hari ini bertambah 252 orang, sehingga jumlah total pasien yang sembuh sampai saat ini mencapai 6.492 orang.

“Untuk pasien sembuh terus bertambah, hari ini ada penambahan sebanyak 252 orang, sehingga jumlah total pasien sembuh menjadi 6.492 orang,” ujarnya.

Sedangkan pasien positif yang meninggal hari ini, kata Yuri bertahan 24 orang, sehingga jumlah keseluruhan yang meninggal sampai dengan hari ini sebanyak 1.520 orang.

“Kasus meninggal pasien positif Covid-19 hari ini ada penambahan sebanyak 24 orang, sehingga jumlah keseluruhan yang meninggal sampai dengan hari ini menjadi 1.520 orang,” ungkapnya.

Lebih jauh Yuri mengatakan, kasus ini tidak merata di 34 provinsi, karena hari ini ada provinsi yang tidak ada penambahan kasus. Dan di sisi lain ada provinsi yang penambahan jumlah positif Covid-19 mengalami kenaikan.

“Ada beberapa provinsi yang sudah ditemukan kasus baru, dan ada juga provinsi yang hari ini kita tidak menemukan kasus baru. Artinya penambahan kasus ini tidak merata di semua provinsi di tanah air, dan secara spesifik kita akan lakukan kajian secara terus menerus,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengatakan baju APD buatan Sritex yang digunakan untuk penanganan Covid-19 telah lolos ISO 16604 Class 3. Kebutuhan baju alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan para tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19 masih tinggi.

“Saya ikut senang mendengar kabar dari Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, Arifi Saiman bahwa 27 Mei 2020 waktu New York, hasil uji lab APD Coverall dan sampel bahan baju PT. Sritex untuk sertifikasi ISO 16604 Class 3 di Intertek HQ, Cortland, New York, dinyatakan Pass atau lolos uji lab,” kata Doni Monardo di tempat yang sama.

Doni menyebutkan, baju APD dengan standar tinggi atau ISO 16604 Class 3 merupakan spesifikasi yang wajib dikenakan para tenaga medis sehingga keamanan dan keselamatan terjamin. Baju APD yang lolos ISO 16604 Class 3 diusulkan PT Sritex. Otomatis baju APD ini memenuhi standar internasional yang ditetapkan Badan PBB untuk Kesehatan Dunia (WHO).

Hasil pengujian dilakukan oleh Intertek Headquarter yang berbasis di Cortland, New York, Amerika Serikat. Baju APD bersertifikasi ISO 16604 Class 3 memiliki ketahanan terhadap masuknya bakteri atau virus dengan ukuran yang sangat kecil. ISO 16604 Kategori kelas 3 berkualitas lebih tinggi dibandingkan tingkat kelas 2 atau ISO 16604 Class 2.

“Selain itu ada beberapa perusahaan Indonesia lain sedang mengajukan permohonan untuk uji lab produk mereka. Konjen RI berharap produk-produk lain bisa lolos dan mendapatkan sertifikat ISO yang sama,” tutupnya.

Lihat juga...