Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus, Perlu Protap Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk Kabupaten Sikka mulai 15 Juni 2020 akan memberlakukan new normal termasuk di bidang pendidikan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Hal ini sangat mencemaskan dan dirasakan sulit untuk diterapkan pada lembaga-lembaga pendidikan yang melaksanakan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Pemerintah harus membuat protap untuk pelaksanaan proses belajar mengajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” pinta Ursula Maria, pendiri PAUD Karya Ilahi di Kota Maumere, Kamis (28/5/2020).

Ursula mengatakan, kalau untuk murid normal aturan yang ditetapkan pemerintah terkait pelaksanaan pendidikan sesuai protap kesehatan bisa dilakukan tapi untuk anak berkebutuhan khusus tidak akan bisa terlaksana.

Ursula Maria, pendiri PAUD Karya Ilahi di Maumere, yang melayani anak berkebutuhan khusus saat ditemui di sekolahnya, Kamis (13/2/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Dirinya mengaku semenjak merebak pandemi corona sebanyak 30 anak didik di sekolahnya praktis tidak bisa belajar meskipun coba diterapkan pembelajaran secara online.

“Jangankan belajar secara online, mengajari mereka mengenakan masker dan cuci tangan saja sangat sulit bahkan anak-anak tidak mau melaksanakannya. Pemerintah harus memikirkan hal ini karena kami juga bingung kalau menerapkan protap Covid-19,” ungkapnya.

Kalau untuk 10 tenaga pengajar di sekolah ini, kata Ursula, tentu tidak ada masalah soal cuci tangan dan pakai masker tetapi untuk menjaga jarak antara murid dan guru praktis tidak mungkin bisa diterapkan.

Para orangtua sebutnya juga merasa kebingungan bagaimana mengatasi hal ini karena belajar secara online saja tidak bisa berjalan sama sekali padahal anak mereka ingin kembali bersekolah.

“Kalau untuk shift memang tidak ada masalah karena sistem pembelajaran di sekolah kami, satu guru mengajar satu orang murid. Makanya tidak berkumpul karena setiap murid hanya belajar dua jam bersama seorang guru,” tuturnya.

Ursula berharap pemerintah bisa memikirkan cara dan membuat aturan mengenai proses pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus jangan hanya untuk murid normal saja.

Sekolahnya pun, tegasnya, siap menjalankan apabila ada aturan yang dibuat pemerintah dan berharap bisa kembali melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa seperti yang berlaku selama ini.

“Pemerintah harus segera membuat aturannya karena tidak mungkin kami melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan protap yang dilaksanakan seperti sekolah yang menampung murid normal,” tegasnya.

Salah seorang guru SMP di Boganatar Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, saat berbincang dengan Cendana News mengaku sudah mengetahui adanya aturan terkait pembelajaran di masa new normal atau normal baru sesuai protap yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Eman mengakui para guru dan pihak sekolah sedang mempelajari hal ini dan menunggu instruksi dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka karena tahun ajaran baru akan dimulai pada bulan Juli 2020 nanti.

“Untuk bulan Juni pelajaran dan ujian masih dilakukan secara online sesuai protap Covid-19, namun aturan terkait new normal, baru akan diterapkan bulan Juli 2020 nanti,” terangnya.

Lihat juga...