Pemukiman Warga di Pesisir Timur Lamsel Terdampak Banjir Rob

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Banjir rob naiknya air laut ke wilayah permukiman warga terjadi di Dusun Kuala Jaya, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan (Lamsel).

Ahmad Rizal, salah satu anggota kampung siaga bencana (KSB) Harapan Baru desa setempat menyebut banjir rob sudah terjadi sejak Kamis (21/5/2020) hingga Selasa malam (26/5/2020).

Rizal J, salah satu personel KSB Harapan Baru Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi, Lampung Selatan melakukan ronda malam saat rob di dusun Kuala Jaya, Selasa malam (26/5/2020) – Foto: Henk Widi

Banjir rob yang melanda wilayah Kuala Jaya menurutnya berasal dari gelombang air laut di perairan timur Lamsel. Sekitar 300 rumah di wilayah tersebut menurutnya terimbas rob yang surut dan kembali pasang. Banjir rob air laut menurutnya sulit surut dibanding wilayah pesisir pantai lain. Sebab wilayah tersebut berada di dekat muara sungai Way Sekampung.

Aliran sungai Way Sekampung sebagai batas alami Lamsel dan Lampung Timur normalnya mengalir ke laut. Namun imbas gelombang pasang yang terjadi sejak sepekan terakhir berimbas rob masuk ke permukiman. Ketinggian rob air laut dan sungai Way Sekampung menurutnya berkisar 60 cm hingga 70 cm.

“Warga yang rumahnya terendam sebagian memilih mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi sebagian bertahan dan personel KSB berbagi tugas melakukan ronda malam bersama warga,” terang Rizal J saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa malam (26/5/2020).

Rizal J menyebut sebagai antisipasi warga telah melakukan pengamanan perabotan agar tidak terendam air. Fenomena rob menurutnya sudah kerap terjadi namun tahun ini ketinggian air mengakibatkan warga sebagian lebih waspada. Seluruh warga telah dianjurkan berjaga sebab dikuatirkan musim angin Utara dan Timur. Potensi kerusakan rumah warga yang ada di dekat sungai bisa terjadi saat ombak besar.

Imbas banjir rob yang terjadi sejumlah tambak milik warga terendam air laut. Selain itu akses jalan darat untuk warga yang akan menuju ke wilayah dusun lain terhambat. Rizal menyebut sebagian warga yang tidak memiliki keperluan mendesak memilih tetap tinggal di permukiman.

“Akses jalur darat terhambat sehingga kerap warga memakai perahu untuk sejumlah keperluan,” terang Rizal.

Tugas melakukan ronda malam dan gotong royong menyediakan tempat pengungsian sudah dilakukan oleh KSB setempat. Prioritas warga yang diungsikan ke rumah tetangga dengan rumah panggung terutama bagi anak-anak dan wanita. Selama masa banjir rob warga memilih tidak melaut dan memilih berjaga di posko siaga rob.

Rizal menambahkan sebagian warga yang memiliki rumah panggung memberikan tempat untuk bermalam warga yang bagian rumahnya terendam. Sejumlah rumah yang terendam telah diberi pembatas dengan karung berisi pasir dan benda lain agar air tidak masuk. Sejumlah benda elektronik dan barang berharga diungsikan ke lokasi yang lebih tinggi.

“Lokasi yang lebih tinggi di dusun kami ada pada masjid dan sekolahan sehingga bisa jadi lokasi pengungsian sementara,” cetusnya.

Salah satu warga bernama Sudarto menyebut fenomena banjir rob kerap terjadi. Namun pada tahun ini sejumlah pantai di wilayah Lamsel hingga ke Bandarlampung terimbas rob. Rob yang terjadi akibat pasang air laut diprediksi mencapai ketinggian hingga 1 meter sehingga masuk ke permukiman. Rob di wilayah Kuala Jaya sulit surut karena air laut terdorong masuk ke aliran sungai Way Sekampung.

“Saat ada hujan di wilayah hulu bersamaan dengan pasang air laut maka rob akan bertahan lama,” cetusnya.

Sungai Way Sekampung yang seharusnya mengalir ke laut justru terdorong ke arah hulu melalui muara sungai. Rob yang melanda permukiman warga menurut Sudarto diperkirakan akan selesai hingga sepekan ke depan. Sebab sebagian air rob masuk ke area pertambakan melalui kanal kanal yang dipergunakan untuk budidaya udang vaname.

Lihat juga...