Penerapan Normal Baru di NTT Diminta Bertahap dan Terukur

Anggota DPRD NTT, Emanuel Kolfidus. (ANTARA)

KUPANG — Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Kolfidus meminta agar normal baru di provinsi berbasis kepulauan itu, diterapkan secara bertahap dan terukur, untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang lebih masif.

Selain diprioritaskan kepada aspek-aspek yang diyakini orang sudah sanggup menjalankan secara efektif pola kehidupan baru, kata Emanuel Kolfidus di Kupang, Kamis (28/5/2020).

Dia mengemukakan hal itu, menanggapi rencana Pemerintah NTT mulai menerapkan normal baru dengan membuka kembali aktivitas publik mulai 15 Juni 2020.

“Langkah membuka kembali aktivitas publik, sebaiknya dilakukan secara bertahap dan terukur, dari paradigma waktu dan tempat, serta diprioritaskan kepada aspek-aspek yang diyakini orang sudah sanggup menjalankan secara efektif pola kehidupan baru dimaksud,” katanya.

“Jadi dimulai bertahap, sampai pada akhirnya, semua masyarakat menjadikan pola hidup baru (new normal) sebagai ‘way of life’, katanya menjelaskan.

Dia menambahkan, kebijakan ini juga harus bersifat protektif kepada kelompok-kelompok rentan, yaitu anak-anak, orang lanjut usia dan orang dengan gangguan kesehatan bawaan.

Selanjutnya, kebijakan-kebijakan terkait COVID-19 harus selalu terlegitimasi, terukur dan terkoordinasi dengan baik, termasuk koordinasi kepada kabupaten/kota untuk menerapkan langkah yang seragam dan prosedural.

“Harus satu payung aturan dan satu komando, supaya ada sinergi dan integrasi pencegahan dan penanganan COVID-19 di NTT,” katanya.

Dia juga mengharapkan perlu adanya maklumat bersama untuk berdisiplin kesehatan, karena ketika satu saja orang tidak disiplin, dia telah mengganggu semua orang.

Maklumat disiplin ini harus disosialisasikan dan diedukasi secara masif, sebelum sampai kepada terbentuknya satu masyarakat baru, katanya menambahkan. [Ant]

Lihat juga...