Pengelola Obwis di Sikka Manfaatkan Waktu Benahi Fasilitas

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Pengelola objek wisata (obwis) di kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, memanfaatkan masa penutupan objek wisata selama pandemi Covid-19 dengan memperbaiki beberapa fasilitas yang rusak.

“Sejak April sudah tidak ada lagi pengunjung. Terpaksa kami hanya bisa gigit jari dan tak ada pemasukan sama sekali,” kata Endi Dinong pemilik tempat wisata Pantai Kita di Kelurahan Wailiti Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu (24/5/2020).

Menurut Endi, pihaknya memanfaatkan waktu luang untuk memperbaiki beberapa lopo yang ada, dan melakukan penataan kembali. Hal ini tidak bisa dilakukan, kalau tempat wisata sedang buka dan ramai pengunjung.

Wilfirud Niko, penjaga pantai wisata Pantai Kita di Kelurahan Wailiti, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di pantai, Minggu (24/5/2020). -Foto: Ebed de Rosary

“Paling-paling kami hanya benahi berbagai lopo yang mungkin sudah agak rusak, dan memangkas ranting pohon. Kami juga membersihkan sampah-sampah yang selama ini berserakan dan belum sempat dibersihkan,” ujarnya.

Biasanya, kata Endi, saat hari raya Idulfitri pengunjung membludak hingga ratusan orang, dan pihaknya mendapatkan pemasukan minimal Rp1 juta dalam sehari, belum termasuk hasil jualan makanan, minuman dan kelapa muda.

Dirinya pun meliburkan beberapa saudaranya yang tinggal  di sekitar tempat wisata, yang selama ini mengelola dan merawat tempat wisata ini, karena tidak ada pemasukan sama sekali.

“Biasanya mereka akan menjaga pantai wisata ini saat hari Sabtu,Minggu atau hari libur, saat banyak pengunjung yang datang. Pembagian upah dengan sistem bagi hasil dari pemasukan  yang diperoleh,” terangnya.

Wilfridus Niko, penjaga pantai wisata ini mengaku praktis tidak memperoleh pendapatan tambahan, karena pantai wisata ditutup dan pengunjung juga tidak ada yang bertamasya.

Wil, sapaannya, mengaku pulang ke desanya untuk sementara, membantu orang tua bertani sambil menunggu situasi Covid-19 berakhir. Sebab, perusahaan tempat kerjanya juga sedang sepi order.

“Biasanya saat hari libur, saya membantu menjaga parkiran di pantai wsiata,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi, tidak ada satu pun pengunjung yang bertamasya di pantai Kita akibat merebaknya Covid-19, apalagi Kabupaten Sikka masuk zona merah setelah 27 warganya dinyatakan positif Covid-19.

Lihat juga...