Polda Lampung Amankan Belasan Travel Gelap

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sekitar 17 unit kendaraan pengangkut penumpang sebagian merupakan travel gelap diamankan Polda Lampung di gerbang tol Bakauheni Selatan. Sebagian pengemudi travel bahkan tidak memiliki dokumen resmi pengangkut penumpang.

Kasat PJR Ditlantas Polda Lampung, Kompol Azizal Fikri saat ditemui pada pos cek poin gerbang tol Bakauheni Selatan, Senin (25/5/2020). Foto: Henk Widi

Direktur Lalu Lintas Polda Lampung, Kombes Pol Chiko Ardwiatto menyebutkan, pelanggar diamankan pada cek poin karena terbukti melanggar aturan. Sebab sesuai dengan Permenhub No 25/2020 yang bertujuan untuk mendorong warga untuk tidak melakukan perjalanan, sebagian pengemudi travel selain tidak memiliki izin trayek dipastikan melanggar larangan mudik.

“Selain penindakan dengan pemberian surat tilang Ditlantas Polda Lampung juga memberikan pembinaan, penyuluhan terkait etika berlalulintas dan ketentuan angkutan penumpang sesuai aturan perundangan yang berlaku terutama selama masa pandemi Covid-19,” terang Kombes Pol Chiko Ardwiatto saat berada di gerbang tol Bakauheni Selatan, Senin (25/5/2020).

Para pengemudi selain melanggar aturan larangan mudik diketahui melanggar pasal 308 UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Aturan tersebut  menegaskan pengemudi angkutan umum yang tidak memiliki izin menyelenggarakan orang tidak dalam trayek atau dalam trayek dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000.

“Selain tindakan persuasif ketegasan juga akan diterapkan sebab pengemudi menyalahi aturan,” tegas Chiko.

Para pengemudi travel menurutnya mendapat tawaran para penumpang yang hendak mudik keluar Sumatera melalui pelabuhan Bakauheni. Informasi sebagian diperoleh dari media sosial serta pemberitahuan rekan kerja sesama pengemudi travel. Kelonggaran dari Permenhub No 25/2020 dijadikan celah pelaku usaha transportasi untuk melakukan tindakan melanggar aturan yang ditentukan.

Kasat PJR Ditlantas Polda Lampung, Kompol Azizal Fikri yang bertugas di gerbang tol Bakauheni Selatan menyebutkan, ada sebanyak 5 pos cek poin di Bakauheni Selatan jalur tol trans Sumatera. Yakni di Kotabaru, Natar, Lambu Kibang dan Simpang Pematang.

Pemeriksaan kendaraan asal Sumatera ke pelabuhan Bakauheni yang akan ke Jawa dilakukan secara ketat. Mengacu pada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Pemeriksaan dokumen kendaraan dilakukan sekaligus dokumen penyerta yang harus dilengkapi selama masa pandemi Covid-19.

“Surat yang harus ada meliputi surat jalan, bebas Covid-19 dan juga keterangan perjalanan dinas, jika tidak ada, kami perintahkan putar balik ke daerah asal,” tegasnya.

Kompol Azizal Fikri memastikan sebanyak 17 pengendara travel gelap akan diproses sesuai aturan. Sebab meski telah ada imbauan namun aturan tidak diindahkan. Terlebih di wilayah asal pemeriksaan telah dilakukan namun kendaraan bisa tiba di wilayah Lampung. Aturan larangan mudik jadi alasan kuat penerapan sanksi tilang bagi pengendara travel gelap.

Terkait larangan mudik, Bambang Sumbogo, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung mengaku aturan itu belum dicabut. Sesuai dengan aturan hanya kendaraan hanya bus antar kota antar provinsi (AKAP) berstiker khusus bisa menyeberang menggunakan kapal. Selain itu mengacu surat edaran No 4/2020 hanya orang dengan izin khusus boleh menyeberang.

“Aturan belum dicabut dan ini berkaitan dengan pencegahan penyebaran Covid-19 hingga pemerintah menerbitkan aturan baru,” cetusnya.

Lihat juga...