Polda Lampung Perketat Pengawasan Arus Balik

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Arus balik Lebaran Idulfitri 1441 Hijriah di Lampung Selatan terpantau terus mengalami peningkatan. Sejumlah kendaraan melintas melalui jalan lintas Sumatra (Jalinsum), jalan tol trans Sumatra (JTTS) harus melalui pemeriksaan di sejumlah cek poin.

Kompol Azizal Fikri, Kasat PJR Ditlantas Polda Lampung, menyebut pengawasan di lima cek poin sepanjang jalur jalan tol Sumatra makin diperketat selama arus balik.

“Dimulai dari perbatasan dengan provinsi Sumatra Selatan dan Lampung, cek poin disiagakan hingga Bakauheni. Selama arus balik, fokus penyekatan diperkuat pada gerbang tol Sidomulyo pada jalur A atau KM 39. Pengendara wajib menunjukkan sejumlah surat untuk bisa menyeberang dengan kapal di Bakauheni,” kata Kompol Azizal Fikri saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (30/5/2020).

Menurutnya, penyekatan di KM 39 tepatnya di Sidomulyo, dikoordinasikan dengan operasi kewilayahan Polres Lamsel. Sesuai instruksi, penumpang pejalan kaki dan pengendara wajib memiliki surat izin (clearance) khusus, terutama tujuan Jakarta. Sosialisasi kepada masyarakat untuk memutus mata rantai Coronavirus Disease (Covid-19) menjadi faktor sejumlah dokumen harus disertakan.

Kompol Azizal Fikri, Kasat PJR Ditlantas Polda Lampung, Sabtu (30/5/2020). -Foto: Henk Widi

“Petugas PJR di tol berkoordinasi dengan tim gugus tugas, sehingga dilakukan penyekatan, dan rekayasa arus lalu lintas kendaraan asal Sumatra via tol dikeluarkan melalui gerbang tol Sidomulyo yang telah disiapkan pos cek poin oleh personel gabungan,” terang Kompol Azizal Fikri.

Ia mengatakan, kendaraan yang tidak memiliki dokumen pelengkap, terutama tujuan Jakarta, akan diminta kembali ke tempat asal. Sesuai aturan, warga nonJakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodetabek) wajib memenuhi syarat.

Sejumlah syarat mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar dan atau Masuk Provinsi Jakarta dalam upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Sejumlah syarat, terutama bagi yang akan masuk Jakarta wajib memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Surat tersebut bisa diperoleh daring melalui laman corona.jakarta.go.id, dan bisa dicetak.

Surat lain yang dibutuhkan meliputi pengantar RT dan RW yang menjelaskan aktivitas perjalanan. Surat pernyataan sehat, surat keterangan bekerja di DKI Jakarta dari tempat kerja, surat jaminan dari keluarga atau tempat kerja di DKI Jakarta yang diketahui RT setempat.

“Setiap kendaraan selama arus balik via tol akan diperiksa dokumen pelengkapnya, jika tidak ada diputar balik,” terangnya.

Sejumlah kendaraan yang tetap nekat untuk menyeberang, menurutnya tetap akan melalui sejumlah pemeriksaan. Sejak 24 April 2020, pelayanan tiket penumpang pejalan kaki, kendaraan penumpang tidak dijual online. Proses clearance oleh petugas gugus tugas Covid-19 di Bakauheni, menjadi syarat untuk bisa membeli tiket kapal.

Lukman, salah satu warga yang pulang ke Lampung, mengaku melakukan perjalanan sebelum Idulfitri. Kepulangannya dilakukan karena sang ibu sakit keras, dan izin dari perusahaan, surat sehat bebas Covid-19 menjadi syarat ia bisa menyeberang ke Lampung dengan mobil. Saat akan kembali ke Jakarta, sejumlah syarat tetap sama. Hanya saja pengajuan SIKM melalui sistem daring.

“Semua dokumen sudah saya peroleh dan tetap harus menjalani pemeriksaan di sejumlah cek poin, agar bisa sampai di Bakauheni,” cetusnya.

Menurutnya, sesampainya di pelabuhan Bakauheni, semua dokumen harus difotokopi dan akan dicap oleh posko cek poin terakhir. Bukti surat yang telah diberi cap dan lolos menjadi syarat untuk membeli tiket kendaraan.

Meski tidak secara online, ia membeli tiket dengan membeli uang elektronik. Tanpa sejumlah dokumen pelengkap, sejumlah pengendara diputar balik untuk melengkapi persyaratan.

Arus balik melalui pelabuhan Bakauheni terus mengalami peningkatan sejak H+3 Lebaran. Berdasarkan data posko angkutan pelabuhan Bakauheni, sejak Kamis (28/5) penumpang menyeberang ke Merak berjumlah 2.845 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 121 pejalan kaki dan 2.274 penumpang di atas kendaraan. Kendaraan sebanyak 1.996 unit terdiri dari 20 unit motor, 701 unit mobil pribadi, 4 unit bus, 1.271 truk dan kendaraan roda empat lebih mencapai 1.976 unit.

Sejumlah penumpang pejalan kaki yang akan membeli tiket kapal, juga harus menjalani protokol kesehatan. Setelah pemeriksaan dokumen kesehatan, penumpang pejalan kaki harus dipindai suhu tubuh. Sebelum pemindaian, penumpang wajib memasuki bilik disinfektan,mencuci tangan dengan sabun. Pembelian tiket akan dilakukan petugas dengan uang elektronik menghindari kontak langsung.

Lihat juga...