Rapid Test 25.748 Orang di Jateng, 903 Reaktif

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Dinas Kesehatan Provinsi Jateng memastikan kesiapan dinas kesehatan kabupaten kota dan rumah sakit rujukan Covid-19 se-Jateng, dalam melakukan rapid test secara massal. Hal tersebut sesuai instruksi Gubernur Jateng, mengingat tingginya pergerakan masyarakat di bulan Ramadan serta Lebaran.

“Alat rapid test sudah kita distribusikan dalam dua tahap. Tahap pertama, sebanyak 27.011, terbagi untuk dinas kesehatan kabupaten/kota sejumlah 24.641, sementara untuk rumah sakit rujukan sebanyak 2.370. Dari jumlah tersebut yang sudah dilakukan pemeriksaaan sebanyak 22.337, yang reaktif terdapat 809 orang, non reaktif ada 21.528,” papar Kepala Dinas Kesehatan Jateng, dr Yulianto Prabowo di Semarang, Selasa (26/5/2020).

Sementara untuk tahap kedua, yang distribusikan ke 35 kabupaten kota se-Jateng,  sebanyak 11.100. Sampai saat ini sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 3.411. Hasilnya, reaktif sebanyak 94 orang dan 3.317 non reaktif.

“Total seluruhnya, jumlah rapid test yang terdistribusi 38.111. Saat ini yang tersisa sebanyak 12.363. Ini nanti juga akan kita distribusikan lagi ke rumah sakit rujukan, dinkes kabupaten kota atau pun pemda,” tandasnya.

Yulianto menandaskan, rapid test tersebut selain dilakukan di rumah sakit, juga digelar di berbagai titik keramaian, mulai dari pasar tradisional, mal, pusat perbelanjaan, supermarket hingga pusat keramaian lainnya.”Saat ini rapid test juga masih terus dilakukan, untuk mendeteksi secara dini penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Terpisah, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menandaskan pihaknya telah menginstruksikan agar dilakukan rapid test secara massal, dengan menyasar pusat-pusat keramaian yang kemungkinan jadi epicentrum baru.

“Kalau ini di-rapid test lebih banyak lagi kita akan tahu sebenarnya persebarannya di masyarakat seperti apa representasinya,” terangnya.

Ganjar mencontohkan kasus yang terjadi di Pasar Rejumolyo atau Pasar Kobong semarang, yang menjadi pusat penyebaran baru Covid-19. Tercatat sebanyak 26 orang pedagang dan pengunjung reaktif, saat dilakukan rapid test.

“Sekarang kita tinggal meminta tempat kerumunan di-rapid test, selain mereka yang pasti di-rapid test seperti pemudik, pekerja migran, di pasar, mall atau berasal dari daerah epicentrum covid-19. Terlebih ada laporan dari Universitas Indonesia yang menyebutkan pergerakan masyarakat Jateng sangat tinggi, artinya potensi penularan juga tinggi,” pungkasnya.

Lihat juga...