Ratusan Kendaraan di Perbatasan Banyumas, Diminta Putar Balik

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Selama dua hari terakhir, total ada 576 kendaraan yang melintas di perbatasan Kabupaten Banyumas dan diminta untuk putar balik. Hal tersebut karena kendaraan tidak dilengkapi dengan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI.

Kasat Lantas Polresta Banyumas, Kompol Davis Busin Siswara mengatakan, operasi untuk memantau arus balik dipusatkan pada dua titik, yaitu di Sokaraja dan di Ajibarang. Pada titik Sokaraja untuk memantau arus dari Semarang, serta di Ajibarang untuk memantau pergerakan kendaraan dari arah pantura.

“Pertigaan Ajibarang ini sentral akses ke pantura, sehingga kita pantau, kalau kendaraan dari arah Yogyakarta sudah ada aturan dilarang masuk ke wilayah Banyumas, diperbatasan sudah kita alihkan arus kendaraan,” terangnya, Kamis (28/5/2020).

Menurut Kasatlantas, selama dua hari yaitu tanggal 26-27 Mei, petugas sudah sebanyak 576 kendaraan yang diminta putar balik oleh petugas dari dua titik pos tersebut. Sebagian besar kendaraan yang diminta putar balik merupakan mobil travel dan mobil pribadi. Untuk bus angkutan umum sendiri sebagian besar belum mulai beroperasi.

Kasat Lantas Polresta Banyumas, Kompol Davis Busin Siswara, Kamis (28/5/2020) di Ajibarang. -Foto: Hermiana E. Effendi

Seperti saat sebuah mobil travel dengan nopol AA 7004 FF datang, setelah dilakukan pemeriksaan dan tidak dilengkapi SIKM, mobil tersebut langsung diminta putar balik oleh petugas.

Davis mengungkapkan, antisipasi arus balik ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Menurutnya, beberapa waktu lalu Kabupaten Banyumas menduduki peringkat kedua di Jawa Tengah untuk kasus Covid-19 dan setelah banyak dilakukan pembatasan lalu-lintas, serta berbagai upaya lainnya, saat ini Banyumas sudah turun menjadi peringkat ke enam di Jateng.

“Jadi bagi yang sudah berada di kampung halaman, jangan pulang dulu ke Jakarta, tunggu sampai pandemi ini mereda,” tuturnya.

Penyekatan di wilayah perbatasan juga dilakukan oleh jajaran Polres Cilacap. Kasat Lantas Polres Cilacap, AKP Fandy Setiawan mengatakan, ada dua titik yang dilakukan penyekatan secara ketat, yaitu di Sampang dan Nusawungu. Pada pos perbatasan Sampang, penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi arus balik dari arah Yogyakarta. Sedang di Nusawungu, banyak arus balik dari arah Kebumen.

“Banyak yang tidak membawa SIKM, sebenarnya pengendara sudah mengetahui tentang aturan untuk wajib membawa SIKM, namun mereka tetap nekad menuju Jakarta tanpa SKIM. Mereka ini sebagian besar termakan oleh new normal, sehingga dikiranya tempat tujuan mereka akan segera menerapkan new normal dan mengabaikan aturan,” jelasnya.

Lihat juga...