Santri Diminta Kreatif Selama Masa Belajar dari Rumah

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sejumlah pesantren di Lampung Selatan meminta santri tetap kreatif selama tidak mondok. Mengacu pada sistem belajar pada pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) pesantren ikut menerapkan belajar dari rumah.

Ustad Muhamir Hisam, kepala pondok pesantren Karomah Jabal Tsur menyebut santri telah diliburkan sejak pertengahan Maret silam.  Selama berada di rumah tetap dianjurkan belajar kitab kuning, rutin menghapal Alquran dan membantu orangtua.

Sistem pendidikan pesantren yang menekankan kemandirian terlebih pada masa Covid-19 santri bisa membantu ekonomi keluarga. Langkah yang telah diajarkan dengan berkebun pada lahan sempit hingga memelihara ikan.

“Potensi santri yang telah menimba ilmu dari pesantren bisa diaplikasikan pada keluarga karena sebelumnya telah diajarkan beternak ayam, memelihara ikan, menanam sayuran pada lahan terbatas untuk ketahanan pangan keluarga,” terang ustad Muhamir Hisam saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (28/5/2020).

Sistem pendidikan yang melatih untuk mandiri sangat tepat diaplikasikan selama masa Covid-19. Santri yang pulang ke rumah keluarga bisa ikut memberdayakan ekonomi keluarga. Pesantren dengan jumlah anak didik mencapai 50 orang menurutnya tetap memantau kegiatan selama berada di rumah.

Langkah konkrit yang dilakukan pesantren dilakukan dengan buku penghubung yang diberikan kepada para santri saat libur atau masa belajar dari rumah. Sejumlah kegiatan yang dilakukan di rumah dengan membantu orangtua harus dicatat dan diberi paraf orangtua sebagai bukti.

“Selain tugas wajib tetap menjalankan shalat lima waktu, mendalami Alquran, santri diberi tugas menerapkan ilmu yang diperoleh di pesantren,” cetusnya.

Program kewirausahaan santri selama berada di rumah rutin dilakukan setiap tahun. Sebelumnya program dijalankan setiap libur panjang, namun imbas Covid-19 program tetap dijalankan. Program wirausaha mandiri menurutnya bertujuan memberi bekal setelah selesai menuntut ilmu di pesantren. Sebab tidak semua akan menjadi kyai tetapi bisa menjadi petani, pembudidaya ikan yang berhasil.

Kreativitas belajar selama di rumah bisa mengantar santri memiliki kemampuan berwirausaha. Sebab anak didik dituntut memiliki kemampuan mengikuti perkembangan zaman.

Pesantren Miftahul Huda 1041 di Desa Pasuruan juga melakukan hal yang sama. Mumu Mustaqin, kepala pondok pesantren tersebut mengaku santri sudah diliburkan sejak pertengahan Ramadan. Sistem kegiatan belajar jarak jauh tetap dilakukan hingga ada keputusan dari pemerintah daerah memperbolehkan belajar di pesantren dan santri tetap dianjurkan kreatif saat belajar di rumah.

“Pemberdayaan menjadi mandiri telah diajarkan sehingga selama pandemi Covid-19 tetap produktif membantu keluarga,” cetusnya.

Selama masa pandemi Covid-19 santri  dilarang melakukan kegiatan di luar. Para santri yang harus melakukan kegiatan di luar dianjurkan memakai masker, cuci tangan dengan sabun. Selain itu siswa dilatih membuat hand sanitizer terbuat dari daun sirih yang sebagian dijual pada koperasi milik pesantren.

Lihat juga...