Selama PSBB Surabaya dan Malang Raya, Polisi Bubarkan 9.327 Kerumunan

Polisi saat menindak salah satu pelanggar jam malam selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya – Foto Ant

SURABAYA – Polda Jawa Timur telah membubarkan 9.327 kegiatan kerumunan massa, selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya dan Malang Raya.

“Dalam pembubaran kegiatan tersebut, polisi mengamankan total 5.780 pelanggar,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mapolda Jatim, Rabu (27/5/2020).

Masyarakat yang diamankan adalah mereka yang berkumpul dan mengabaikan physical distancing, dan tidak mau dibubarkan. Jajaran kepolisian juga membawa serta pengelola kafe hingga warkop, yang abai saat diingatkan.

Selama PSBB, pemerintah daerah telah membuat aturan agar tempat makan hanya melayani pembelian dengan dibungkus atau dibawa pulang “Pengelola kegiatan yang tetap memberikan ruang berkumpul ketika sudah lebih dari tiga kali diingatkan juga kami amankan,” ucapnya.

Wadirlantas Polda Jatim, AKBP Pranatal Hutajulu mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan 155 surat tilang selama kebijakan PSBB di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo atau Surabaya Raya. “Dalam tiga hari operasi penindakan sejak Minggu (24/5/2020) hingga Selasa (26/5/2020), ada 155 surat tilang yang kami keluarkan. Dengan rincian kendaraan berknalpot brong hingga melakukan trek-trekan sementara ini ada 25 unit, sisanya yang disita STNK-nya 130,” ungkap Pranatal.

Kejadian balapan liar masyarakat di Surabaya ini tercatat ditemui di beberapa titik, di Jalan Darmo, Jalan Demak hingga kawasan MERR. Perwira polisi dengan dua melati emas tersebut mengatakan, operasi sengaja dilakukan karena mulai menemui banyak pelanggaran masyarakat di masa PSBB. “Kegiatan ini sebagai penertiban situasi karena kecenderungan masyarakat sekarang mungkin jenuh sehingga mulai aneh-aneh dan dikhawatirkan akan berakibat pada kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...