Sumbar Bersiap Terapkan ‘New Normal’ Seusai PSBB

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga dua tahap dan berakhir pada tanggal 29 Mei 2020 mendatang. Selanjutnya berencana menerapkan New Normal.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, mengatakan, telah ada pernyataan dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO bahwa pandemi Covid-19 bakal berlangsung lama. Namun untuk menghadapi situasi ini, masyarakat tidak perlu panik. Sebab, pemerintah pusat telah menerbitkan sebuah panduan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan, panduan itu dituliskan langsung Kementerian Kesehatan tentang paduan untuk bekerja di situasi New Normal. Panduan New Normal itu tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Menurutnya, dengan adanya New Normal ini masyarakat diharapkan dapat terus disiplin menjaga kesehatan, meskipun akan kembali beraktivitas seperti sediakala. Hal ini juga mengingat bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 ini, roda perekonomian harus tetap berjalan.

“Saya tegaskan, langkah pencegahan yang sesuai dengan protokol Covid-19 harus dikedepankan. Artinya, kita bisa beraktivitas kembali, cuma ada ketentuan atau panduan yang perlu dipelajari, agar benar-benar aman dari ancaman penuluaran Covid-19,” jelasnya, Selasa (26/5/2020).

Untuk itu, gubernur pun menyatakan bahwa dalam situasi New Normal itu diharapkan aktivitas kemasyarakatan bisa berlangsung dengan situasi yang berbeda, dibandingkan sebelum Covid-19, dan tentunya terkait dengan kesehatan ini menjadi syarat mutlak daripada kehidupan normal baru.

“Kita harus tetap lakukan protokol Covid-19, contoh tempat kerja sebagai lokus interaksi dan berkumpulnya orang merupakan faktor risiko yang perlu diantisipasi penularannya,” katanya.

Pedoman yang perlu diikuti oleh masyarakat itu, dalam menjalankan inovasi dalam pandemi Covid-19 ini, ada enam hal yang bisa diterapkan dan ini sesuai dengan surat dari Kementerian Kesehatan.

Panduan yang dimaksud itu, yakni jumlah pertumbuhan transmisi lokal berkurang dan bisa dikendalikan. Kesehatan masyarakat dan kapasitas sistem kesehatan mampu untuk mengidentifikasi, mengisolasi, menguji, melacak kontak dan memgkarantina. Mengurangi risiko wabah dengan pengaturan ketat terhadap tempat yang memiliki kerentanan tinggi, terutama di rumah orang lanjut usia, fasilitas kesehatan mental dan pemukiman padat.

Pencegahan tempat kerja ditetapkan, seperti jarak fisik, fasilitas mencuci tangan, etiket penerapan pernapasan. Risiko penyebaran imported case dapat dikendalikan dan masyarakat ikut berperan dan terlibat dalam transisi.

Dikatakannya, dalam pemulihan ekonomi dilakukan dengan bertahap (fase), seperti industri dan jasa bisnis tetap menerapkan social distancing. Sementara untuk sektor kesehatan beroperasi penuh dengan memperhatikan kapasitas sistem kesehatan dan berkumpul maksimal 2 (dua) orang dalam satu ruang, olahraga luar ruangan belum diperbolehkan.

“Toko, pasar, mall boleh beroperasi tanpa ada disriminasi dengan menerapkan protokol Covid-19 yang ketat,” tegasnya.

Termasuk pembukaan bertahap restoran, kafe, bar, tempat gym, salon, spa dan lain- lainnya dengan protokol kesehatan yang ketat. Untuk evaluasi pembukaan tempat pernikahan, ulang tahun, kegiatan sosial lainnya hingga 10 orang, sesuai fase-fase yang sudah diterapkan oleh pusat.

“Sampai persiapan untuk New Normal ini bisa berjalan dengan baik. Soal kepastiannya bagaimana untuk di Sumatera Barat, akan saya umumkan melalui hasil rapat nanti,” sebutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Barat, Alwis, menyebutkan bahwa pentingnya adaptasi dalam memulai New Normal tersebut. Kesiapan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengatur dan membuat panduan agar tetap menjaga dan kampanye aktif mengikuti protokol kesehatan.

Begitu juga dengan membentuk Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja yang terdiri dari pimpinan, bagian kepegawaian, bagian K3 dan petugas kesehatan yang diperkuat dengan surat keputusan dari pimpinan tempat kerja, perlu untuk dilakukan.

“Yang terpenting pimpinan memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai Covid-19. Segera melakukan pemantauan oleh petugas kesehatan,” ujar Alwis.

Lihat juga...