Tak Bermasker Warga Banjarmasin Dilarang Masuk Pasar

Suasana Pasar Tradisional Kuripan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang sepi pembeli. Menurut pedagang setempat sejak diberlakukannya pembatasan bagi warga untuk berkumpul dan berada di tempat ramai oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 pasar tradisional menjadi sepi pembeli, sehingga mengakibatkan omzet penjualan menurun hingga 60 persen bahkan sebagian pedagang sudah menutup tempat usahanya, beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA

BANJARMASIN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Banjarmasin, bersama petugas gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP Kota Banjarmasin, gencar menyosialisasikan protokol kesehatan COVID-19.

Kegiatan dilakukan di seluruh pasar milik pemerintah kota Banjarmasin, di tengah pandemi COVID-19. Salah satu yang dilakukan adalah, melarang warga tanpa masker masuk pasar. Kepala Bidang Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan (PSDP) dan Pasar Disperindag Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menyampaikan, hingga saat ini pihaknya bersama seluruh unsur dari TNI, Polri dan Satpol PP terus melakukan imbauan dan sosialisasi di 38 blok pasar. “Sementara ini hanya untuk pasar Pemkot Banjarmasin. Mungkin ke depannya akan merambah ke pasar-pasar swasta,” ucap Tezar.

Kegiatan tersebut rutin digelar setiap hari, dan sudah dijalankan sejak beberapa hari lalu. “Insyaallah kegiatan ini akan terus digelar sampai tanggal 3 Juli,” tandasnya.

Pada saat sosialisasi terkait protokol kesehatan, petugas mengedukasi warga Kota Banjarmasin maupun pedagang yang sedang berada di pasar. Warga diminta untuk terus menggunakan masker, dan terus menjaga jarak dari orang lain.

Warga juga diminta untuk terus mencuci tangan dengan sabun, minimal selama 20 detik, setelah selesai beraktivitas di luar rumah. “Petugas juga bersikap tegas untuk membubarkan kerumunan yang dianggap cukup membahayakan pada saat berada di pasar. Begitu juga dengan pengunjung yang didapati tidak menggunakan masker di area pasar maka akan kami suruh keluar,” tegasnya.

Di setiap pasar akan dilengkapi dengan posko, yang rencananya petugas penjaga akan dibekali thermo gun, untuk melakukan screening pengunjung pasar maupun pedagang. “Sehingga jika ada ditemukan suhu tubuh yang melebihi dari 38 derajat, maka selanjutnya akan kami sampaikan ke Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Banjarmasin, untuk dilakukan langkah lebih lanjut,” tuturnya.

Tezar mengatakan, saat ini, baik pengunjung maupun pedagang pasar sudah mau mematuhi protkol kesehatan di tengah pandemi COVID-19. “Meskipun saya akui saat ini masih ada beberapa yang belum menggunakan masker, tapi kami akan terus edukasi sehingga seluruhnya dapat memahami dan mematuhi aturan protokol kesehatan demi kesehatan masing-masing,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...