Tenaga Kesehatan-pun Tak Bisa Berlebaran Dengan Keluarga

Teguh Aprian Maulana Gultom (27), Ahli Teknologi Laboratorium Medik di RSUD Marsidi Judono Belitung, Bangka Belitung – Foto Ant

BELITUNG – Teguh Aprian Maulana Gultom (27), seorang Ahli Teknologi Laboratorium Medik di RSUD Marsidi Judono Belitung, Bangka Belitung, memilih mengorbankan waktunya untuk kemanusiaan pada momentum Idul Fitri 1441 H.

Impian untuk berkumpul dengan keluarga untuk merayakan Idul Fitri di rumah, pada tahun ini sirna. Teguh (27) harus berdiam di rumah singgah bagi tenaga kesehatan maupun tenaga medis yang menangani COVID-19. “Memang tahun ini agak sedih, biasanya kumpul sama keluarga lalu berkunjung ke rumah saudara,” katanya di Tanjung Pandan, Minggu (24/5/2020).

Sebagai petugas pemeriksa sampel swab tenggorokan pasien COVID-19, membuat Teguh harus selalu melakukan kontak erat dengan beberapa pasien COVID-19. Hal itu membuatnya sangat berpotensi terpapar virus berbahaya tersebut. Sadar, berada di posisi yang paling beresiko, ia memilih tetap berada di rumah singgah, dan memilih untuk tidak pulang berlebaran bersama keluarga di tahun ini.

Teguh sempat pulang ke kediamannya, yang tidak jauh dari tempat bertugas. Namun, itu dilakukan tidak lama dan belum cukup untuk melepaskan dahaga kerinduan bersama orang tua. Selain tidak bisa berjabat tangan, Teguh juga tidak bisa memeluk orang tuanya, sebagaimana yang biasa dilakukan pada saat momentum lebaran.

“Tadi saya menyempatkan pulang, sekarang sudah balik lagi. Pulang cuma sebentar, ketemu keluarga inti. Dan tidak bisa lama-lama, dan ada makanan dari keluarga agar ada suasana lebaran, meskipun di rumah singgah,” tandasnya.

Lebaran tahun ini bagi Teguh menjadi pengalaman berbeda. Berada di fasilitas rumah singgah bersama tim COVID-19, seperti dokter dan perawat, dirasakannya seperti menemukan keluarga baru. “Tidak terlalu sepi, masih bisa mengobrol, berbincang dan bercanda mengisi waktu luang ketika berada di fasilitas rumah singgah,” katanya.

Guna melepas kerinduan, ia memilih untuk bersilaturahmi secara virtual dengan keluarga maupun teman-temannya di momentum Idul Fitri 1441 Hijriah. “Paling lewat video call ,” ujarnya.

Teguh berharap, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan penanganan COVID-19, sehingga badai pandemi COVID-19 segera berlalu. “Harapan sama dengan tenaga kesehatan yang lainnya harus tetap menjaga diri dan menjaga orang lain dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan cuci tangan sehingga pandemi ini cepat berlalu,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...