Terobosan di Era Covid-19, Kediri Pelopori Wedding Expo Daring

KEDIRI  – Sejumlah pengusaha jasa di bidang pernikahan menggelar Wedding Expo 2020 lewat daring di Kota Kediri, Jawa Timur, sebagai upaya promosi tentang gelar pernikahan dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Ide awal Wedding Expo daring ini muncul ketika program solidaritas vendor wedding Kediri raya untuk apresiasi kepada para nakes (dengan menggelar akad nikah gratis ),” kata Panitia Wedding Expo 2020, Oli, dikonfirmasi di Kediri, Jumat.

Ia mengatakan, Wedding Expo 2020 tersebut merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh para vendor wedding Kediri raya yang dilaksanakan pada bulan September.

“Tahun ini seharusnya menjadi tahun kedua untuk pelaksanaan Wedding Expo, namun dengan adanya Covid-19 pihaknya berpikir untuk tidak mengadakan Wedding Expo secara riil yang dilaksanakan di tempat keramaian,” kata dia.

Dirinya menambahkan, untuk tahapan vendor tersebut sangat mudah, hanya dengan mengisi formulir pendaftaran dan menyertakan foto.

“Tahapan para vendor untuk mengikuti Wedding Expo 2020 ini sangat mudah, hanya mengisi formulir pendaftaran lalu menyertakan foto portofolio yang telah kami posting di media sosial Instagram Wedding Expo 2020,” tambah Oli.

Wedding Expo 2020 tersebut digelar 19-31 Mei 2020. Para vendor juga memiliki promo yang wajib diberikan kepada calon klien pada masa pandemi agar tidak saling memberatkan satu sama lain.

“Dengan begini, kami memberi kemudahan dan kelancaran untuk kedua belah pihak (vendor maupun calon klien) karena mereka akan dealing dan konsultasi dengan sendirinya secara langsung kepada owner atau admin masing masing vendor tanpa harus keluar rumah,” kata Oli.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, juga mendukung penuh kegiatan Wedding Expo 2020 yang digelar secara daring tersebut. Wali Kota ikut mempromosikan melalui akun pribadinya di Insatagram Abdullah_abe.

Oli juga mengaku promosi ini sangat berpengaruh. Calon klien yang semula tidak tahu menjadi tahu dengan melihat event yang digelar secara daring ini.

“Semoga bisa membantu kami para pengusaha muda khususnya vendor wedding Kediri Raya untuk tetap bisa berkarya di masa pandemi seperti ini,” kata Oli berharap.

Pemkot Kediri sebelumnya juga telah menandatangi surat kesepakatan bersama (SKB) dengan Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, terkait dengan pengurusan pernikahan bagi calon pengantin.

SKB tersebut berisi tiga hal yaitu calon pengantin dan orangtua datang ke kelurahan untuk mengurus dokumen N1. Selanjutnya membuat pernyataan kepada lurah untuk tidak mengadakan resepsi pernikahan. Akad nikah dilanjutkan di KUA dan dihadiri hanya enam orang yaitu dua mempelai, wali nikah, dua saksi, dan P3NK.

Sementara itu, bagi masyarakat nonmuslim yang hendak menikah diharuskan membuat pernyataan kepada lurah setempat, untuk tidak mengadakan resepsi/ syukuran pernikahan yang menghadirkan banyak orang.

Upacara akad nikah dilaksanakan di tempat ibadah masing-masing dan mengikuti protokol kesehatan dan untuk pencatatan perkawinan di Dispendukcapil Kota Kediri hanya mempelai berdua.

Pelaksanakan pernikahan memang harus menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran COVID-19, mulai dari physical distancing, menggunakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun. (Ant)

Lihat juga...