Tidak Turut Mencegah Corona, Warga Bisa Dipenjara

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Penyebaran Covid -19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT ) khususnya di Kabupaten Sikka mulai serius sehingga bagi warga yang masih sehat diminta jangan menganggap sepele karena penyebarannya dari waktu ke waktu mengalami peningkatan. 

 Warga masyarakat harus menjaga diri dan tetap mematuhi standar operasional prosedur dalam pencegahan penyakit yang belum ada obatnya sebab yang diperhatikan saat ini, warga Sikka belum maksimal dalam menjaga diri dan lingkungan sosialnya.

“Meskipun diberlakukan jam malam, masih saja ada warga yang berkeliaran di Kota Maumere, berkumpul dengan tanpa mengindahkan jarak antara satu dengan yang lainnya,” tegas dosen Universitas Surabaya asal Sikka, Marianus Gaharpung, Kamis (28/5/2020).

Pemerintah, kata Marianus telah menerbitkan keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13.A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

Dengan begitu sebutnya, pemerintah telah menegaskan bahwa penyebaran virus corona adalah bencana non-alam berupa wabah penyakit dan wabah penyakit diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

“Upaya karantina maupun pembatasan sosial, hubungan sosial, adalah bagian dari penanggulangan penyebaran virus corona. Oleh karena itu, warga Sikka wajib berperan serta dalam pelaksanaan upaya penanggulangan wabah,” ucapnya.

Pakar hukum asal Kabupaten Sikka, NTT yang juga dosen Universitas Surabaya, Marianus Garhapung saat ditanyai, Kamis (28/5/2020). -Foto: Dok. Pribadi

Peran serta tersebut, tandas Marianus, dilakukan dengan memberikan informasi adanya penderita Covid-19 dan  membantu kelancaran pelaksanaan upaya penanggulangan wabah.

Ditambahkannya, bisa juga dilakukan dengan menggerakkan motivasi masyarakat dalam upaya penanggulangan Covid-19 dan selalu mematuhi peraturan pemerintah dalam hal jaga jarak antara pribadi satu dengan lainnya.

“Jika masih ada warga Sikka yang masa bodoh dengan imbauan pemerintah untuk karantina maupun pembatasan sosial, maka pihak tersebut dapat dianggap tidak berperan serta dalam penanggulangan wabah virus corona,” tegasnya.

Jika masih ada warga Sikka yang tidak menghiraukan imbauan pemerintah, kata Marianus, dapat diklasifikasikan sebagai tindakan menghalang-halangi pencegahan penyebaran virus corona dan bisa diancam dengan Pasal 14 Undang-Undang No. 4 Tahun 1984.

Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, jelasnya, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1 juta.

“Barang siapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam undang-undang ini, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500 ribu,” jelasnya.

Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sebut Marianus, adalah kejahatan dan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah pelanggaran.

“Warga Sikka harus bersama pemerintah berupaya semaksimal mungkin agar penyebaran corona mengalami penurunan bahkan secepatnya Nian Tanah Sikka terbebaskan dari penyakit yang mematikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Petrus Herlemus, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, hari ini Kamis (28/5/2020) pihaknya akan menjemput paksa 20 warga Wuring Kelurahan Wolomarang yang menolak untuk melakukan rapid test.

Petrus mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dandim 1603 Sikka, Danlanal Maumere, Kapolres Sikka untuk agenda jemput paksa 20 warga tersebut  untuk dilakukan rapid test guna memastikan apakah mereka dinyatakan reaktif atau tidak.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Dandim, Bapak Danlanal, dan Bapak Kapolres Sikka untuk kepentingan jemput paksa 20 warga yang menolak petugas untuk dilakukan rapid test ,” jelasnya.

Petrus menegaskan gugus tugas melakukan rapid test terhadap 20 warga itu karena dari tracking yang dilakukan, diketahui  bahwa 20 orang ini pernah kontak dekat dengan salah satu pasien positif  yang saat ini sedang menjalani perawatan di Ruang Isolasi RS TC Hillers Maumere.

Lihat juga...