Timsus Maleo Ungkap Peredaran Ilegal Merkuri di Sulut

Dua pelaku peredaran ilegal merkuri dan barang bukti yang berhasil diamankan – foto Ant

MANADO – Timsus Maleo, Polda Sulawesi Utara (Sulut), mengungkap peredaran ilegal barang berbahaya jenis merkuri di daerah tersebut. Dalam kasus tersebut petugas mengamankan dua orang pelaku.

Selain pelaku, Timsus Maleo juga mengamankan barang bukti enam jeriken merkuri dan satu mobil. “Kedua pelaku yang ditangkap itu masing-masing EPK, 46 tahun, dan FT, 36 tahun,” kata Katimsus Maleo, Kompol Prevly Tampanguma, di Manado, Minggu (24/5/2020).

Pengungkapan kasus ini berawal dari Timsus Maleo mendapatkan informasi terkait adanya peredaran ilegal bahan berbahaya jenis merkuri dari masyarakat. Berdasarkan informasi tersebut Timsus Maleo melakukan pemantauan di wilayah Desa Talawaan Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara.

Pada saat melakukan pemantauan, Timsus Maleo memperoleh informasi adanya penyelundupan merkuri dari wilayah Ternate, Provinsi Maluku Utara. Penyelundupan menggunakan kapal dan akan berlabuh di pantai Desa Talawaan Bajo. Selanjutnya barang tersebut dijemput oleh kedua terduga pelaku menggunakan satu unit mobil dengan nomor polisi DB 1303 LF. Pada saat itulah, Timsus Maleo langsung mengamankan kedua terduga pelaku tersebut beserta barang bukti.

Tim Maleo kemudian melakukan pengembangan dengan tujuan pengejaran terhadap para pembeli merkuri di wilayah Tatelu Dimembe, Minahasa Utara. Saat dibawa menuju lokasi transaksi, kedua pelaku sempat melarikan diri, tetapi dapat diringkus kembali di Desa Teep Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan.

“Merkuri tersebut rencananya akan diedarkan di wilayah pertambangan Tatelu, Minahasa Utara. Namun, tidak menutup kemungkinan akan diedarkan ke wilayah lainnya,” jelas Kompol Prevly Tampanguma.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, bahan berbahaya merkuri tersebut dijual dengan harga Rp1.200.000 per kilogram. (Ant)

Lihat juga...