TMII Membuka Donasi untuk Penuhi Kebutuhan Pakan Satwa

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) membuka donasi, untuk memenuhi kebutuhan pakan satwa yang dimiliki. Selasa (5/5/2020), Taman Burung TMII menerima sumbangan anak ayam dan tikus putih dari donatur pencinta satwa, penghobi, dan masyarakat umum berupa 500 ekor anak ayam dan 70 ekor tikus putih.

Manajer Unit Taman Burung dan Taman Reptil serta Museum Komodo TMII, M.Piter Kombo mengatakan, TMII sejak pertengahan Maret 2020 tidak operasional. Manajemen mengikuti anjuran pemerintah mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Penutupan Taman Burung dan Taman Reptil Indonesia, serta Museum Komodo, berdampak pada sisi operasional berupa pendapatan yang menurun. Sementara pelestarian dan pemeliharaan satwa harus tetap berjalan.  “Apalagi TMII sebagai lembaga konservasi, tentu pelestarian ragam jenis satwa khas Indonesia menjadi hal utama,” ujar Kombo kepada Cendana News, Selasa (5/5/2020) sore.

Managemen TMII tetap berkomitmen untuk mensejahterakan satwa, sesuai ketentuan dan standar yang baik, baik dari sisi pakan, kondisi kandang, dan kebutuhan lainnya.  Namun sayangnya, stok pakan yang tersedia saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan satwa sampai akhir Mei 2020. “Stok pakan kami cuma mencukupi sampai akhir bulan Mei ini. Untuk menjamin satwa-satwa tetap terjaga kesejahteraan dari sisi pakan, kami membuka donasi untuk kebutuhan pakan di bulan Juni dan Juli 2020,” ungkapnya.

500 ekor anak ayam disumbangkan PT Tri Kencana Bersinar kepada Taman Burung TMII untuk pemenuhi kecukupan pakan satwa, pada Selasa (5/5/2020). Foto: istimewa Taman Burung TMII – Foto Sri Sugiarti

Selasa (5/5/2020), bantuan yang diterima 500 ekor anak ayam dari PT Tri Kencana Bersinar. Kemudian ada 70 ekor tikus putih dari masyarakat. Sementara pada Senin (4/5/2020), bantuan yang diterima berupa biji-bijian yaitu fur ayam, fur burung, beras merah dan jagung pecah.  “Bantuan pakan ini menjadi semangat kami untuk melestarikan satwa di TMII. Semoga apa yang diberikan para donatur menjadi ladang amal dan diberikan penganti berlipat ganda oleh Allah SWT,” tandas Kombo.

Selama ini, biaya operasional di Taman Burung dan Taman Reptil Indonesia serta Museum Komodo TMII bergantung dari pendapatan tiket pengunjung, dan biaya sewa tempat. Namun, sejak Februari 2020 pendapatan menurun, karena sepinya pengunjung.

Apalagi sejak terjadinya pandemi Covid-19 dan penerapan PSBB, TMII akhirnya harus tutup meski bersifat sementara. Hal tersebut secara otomatis berdampak pada ketersediaan stok pangan bagi satwa-satwa di TMII. “Pendapatan kami 95 persen dari tiket pengunjung, lima persen dari sewa tempat. Tapi sejak TMII tutup sementara, pendapatan tidak ada, tapi satwa-satwa harus terus dijaga kesejahteraannya” tandas Kombo.

Untuk mencukupi kebutuhan pakan satwa, pengelola TMII membuka donasi pakan dari masyarakat luas. “Kami berupaya untuk mengajak masyarakat, pencinta satwa dan penghobi satwa untuk ikut serta menjaga kelestarian satwa ini. Jadi kami berupaya gimana caranya agar satwa-satwa ini tetap mendapat kesejateraan pakan yang baik,” tukasnya.

Donasi yang dibutuhkan adala pakan satwa, khususnya untuk reptil dan burung. Namun, donasi juga bisa berupa bantuan uang. “Saya catat dapat donasi apa saja, disampaikan melalui Instragram saya dan Instragram TMII. Jadi sifatnya transparan,” ujarnya.

Bagi siapa pun yang ingin membantu, dapat langsung menghubunginya melalui nomor 0813-1033-3952. Kemudian akan diinformasikan jenis sumbangan yang masih diperlukan. “Saat ini, pakan yang dibutuhkan itu daging, ikan, sayuran, buah-buahan, jangkrik, serangga, dan lainnya,” ujarnya.

Kombo berharap, wabah Covid-19 segera berakhir, sehingga TMII bisa membuka aktivitasnya memanjakan pengunjung. Namun demikian, di tengah wabah saat ini ragam satwa yang ada di TMII harus tetap terjaga dalam kondisi sehat.  Kesejahteraan satwa-satwa dapat terpenuhi sampai masa krisis pandemi berakhir. “Alhamdulillah dalam kondisi pandemi Covid-19, satwa di TMII tetap terawat, sehat. Bahkan banyak juga satwa yang berkembang biak, seperti burung Beo, Jalak Bali, Nuri Bayan, Angsa Pohan, Elang Jawa dan lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...