Tradisi ‘Salam Tempel’ di Lamsel Tetap Berlaku di Tengah Pandemi

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) tidak menghalangi sejumlah warga di Lampung Selatan untuk membagikan uang baru saat lebaran Idulfitri.

Suyatinah, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, menyebut uang baru itu berasal dari penukaran di bank pemerintah dan sudah menjalani disinfeksi. Menyiapkan uang baru sebanyak Rp3juta dalam tiga pecahan, ia membagikannya pada anak-anak sebagai tradisi salam tempel.

Meski tradisi silaturahmi dengan kunjungan tidak seramai tahun sebelumnya, uang baru tetap disiapkan olehnya. Pembagian uang baru dilakukan sebagai pembagian tunjangan hari raya (THR) kepada anak-anak yang berkunjung ke rumahnya.

Suyatinah, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, membagikan uang baru sebagai tradisi salam tempel di hari raya Idulfitri, Minggu (24/5/2020). -Foto: Henk Widi

“Pembagian uang baru tentunya sesuai kemampuan pemberi, yang penting dalam kondisi baru, licin dan disukai anak-anak saat proses halalbihalal,” terang Suyatinah, saat ditemui Cendana News, Minggu (24/5/2020).

Suyatinah kerap memberikan uang baru sesuai batasan usia. Biasanya, anak-anak usia SD hingga SMP akan diberi uang pecahan mulai Rp2.000 hingga Rp5.000. Sementara anak usia SMA yang masih kerabat tetap diberi dengan pecahan Rp10.000 hingga Rp20.000. Meski jumlah terbatas, anak-anak senang mendapat uang baru.

Pembagian uang baru saat Idulfitri, menurutnya tidak sebanyak tahun sebelumnya. Pengaruh Covid-19 yang masih melanda wilayah Indonesia membuat silaturahmi dibatasi di sebagian wilayah. Namun di wilayah Penengahan, tradisi kunjungan masih tetap dilakukan antarkerabat.

“Kami hanya melakukan kunjungan ke kerabat terdekat, karena banyak warga tidak mudik,” terang Suyatinah.

Selain memberikan uang baru saat Idulfitri, anak-anak diminta untuk menikmati hidangan istimewa. Anak-anak yang berkunjung diberi hidangan berupa opor ayam dan rendang daging sapi. Hidangan istimewa yang kerap disajikan juga berupa minuman es buah.

Sejumlah hidangan istimewa yang disajikan kepada para tamu, di antaranya berupa buras dan langga.

Rabasia, salah satu warga Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, menyediakan menu istimewa buras dan langga yang terbuat dari beras biasa dan ketan menyerupai lontong.

“Hidangan buras dan langga kerap disajikan bersama opor ayam lengkap dengan lauk lainnya,” terang Rabasia.

Bagi tamu yang belum makan saat silaturahmi, bisa langsung menyantap hidangan istimewa. Bagi anak-anak, usai menyantap sejumlah hidangan istimewa akan diberikan uang baru.

Meski masa pandemi Covid-19, anak-anak yang berkunjung tetap diterima. Namun, anak-anak yang berkunjung dianjurkan tetap memakai masker.

Lihat juga...