Tren Kasus Covid-19 di Banyumas, Menurun

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Dalam beberapa hari terakhir, tren kasus Covid-19 di Kabupaten Banyumas mengalami penurunan. Tidak ada penambahan kasus positif dalam sepekan lebih, dan tingkat kesembuhan juga naik.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan pihaknya optimis badai Covid-19 segera berlalu dari Banyumas. Saat ini, tercatat sudah 44 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Dan, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang masih dirawat juga menurun, tersisa hanya 16 orang.

“Trennya terus mengalami penurunan, kemarin ada 17 pasien positif yang dirawat, sekarang tinggal 16, kasus yang sembuh bertambah satu, menjadi total 44 orang. Sedang untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) beberapa hari lalu sempat naik, namun dalam tiga hari terakhir terus mengalami penurunan, dari 23 orang yang masih dirawat, turun menjadi 22 orang dan sekarang tersisa 18 orang,” jelas Bupati, Jumat (29/5/2020).

Bupati Banyumas, Achmad Husein, di ruang Djoko Kaiman, Purwokerto, Jumat (29/5/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Meskipun mengalami penurunan, namun Kabupaten Banyumas tetap memperpanjang status tanggap darurat Covid-19, sebagai antisipasi munculnya gelombang ke dua.

Bupati menyampaikan, status tanggap darurat bencana nonalam Covid-19 diperpanjang hingga tanggal 30 Juni 2020.

“Kita ingin pemutusan rantai penyebaran Covid-19 ini maksimal dilakukan, sehingga status tanggap darurat diperpanjang,” tegasnya.

Razia penggunaan masker juga terus dilakukan setiap hari, dengan sanksi yang dipertegas, yaitu langsung dilakukan rapid test dan bagi yang reaktif langsung dibawa ke lokasi karantina di GOR Satria Purwokerto. Pergerakan lalu-lintas juga dibatasi, dengan diberlakukan jam malam lebih awal, yaitu mulai pukul 20.00 WIB serta pemberlakuan jalan-jalan utama di Kota Purwokerto dan di sekitar pusat keramaian, seperti pasar tradisional menjadi satu arah. Salah satunya di sekitar Pasar Wage, Purwokerto.

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie mengatakan, jalan di sekitar kawasan Pasar Wage diberlakukan satu arah untuk mengurai keramaian. Seperti Jalan MT Haryono yang berada di sebelah timur pasar, diberlakukan satu arah ke selatan, kemudian Jalan Katamso di sebelah barat pasar, satu arah ke utara.

“Pasar Wage sebagai salah satu pusat keramaian yang sering terjadi kerumunan, semua jalan di sekitarnya diberlakukan satu arah. Di bagian depan pasar, Jalan Komisaris Bambang Soeprapto di belakang pasar, juga satu arah menuju timur dan sisi kanan-kiri jalan juga diberlakukan satu arah,” terangnya.

Lihat juga...