Usaha SPBU Bisa Diakses hingga Desa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – PT Pertamina melalui Marketing Operation Region IV membuka kesempatan kerjasama dengan pemerintah desa dengan persetujuan pemerintah daerah dalam memperluas pelayanan BBM dan LPG melalui pengadaan Pertashop di wilayah Jateng-DIY.

“Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina berskala kecil, untuk melayani kebutuhan konsumen BBM dan LPG, yang tidak atau belum terlayani oleh lembaga penyalur Pertamina lain. Kehadiran Pertashop juga dapat mendukung program Pertamina One Village One Outlet (OVOO), dalam rangka memastikan pelayanan Pertamina hingga ke pedesaan,” papar Pjs General Manager Pertamina MOR IV, Teuku Johan Miftah di Semarang, Jumat (29/5/2020).

Saat ini, pihaknya bekerjasama dengan pemerintah desa, telah membangun 10 unit Pertashop yang tersebar di 10 titik pedesaan di Jateng. Pembangunan Pertashop tersebut dalam rangka menindaklanjuti Nota Kesepahaman antara Pemerintah Pusat dan PT Pertamina (Persero) beberapa waktu yang lalu di Semarang.

Ke-10 titik tersebut yakni di Desa Kalirejo Pekalongan, Desa Selokarto Batang, Desa Kancilan Jepara, Desa Singorojo Kendal, Desa Klewor dan Desa Juwangi di Kabupaten Boyolali, Desa Karanglo Karanganyar. Serta tiga lainnya, di Desa Punggelan Banjarnegara, Desa Limpakuwus Banyumas dan Desa Talang, Kabupaten Tegal.

“Jumlah tersebut, akan terus bertambah sesuai dengan kesiapan Pertamina serta sarana dan prasarana desa di wilayah Jateng dan DIY. Meskipun telah ditargetkan, pendirian Pertashop juga harus memperhatikan aspek HSSE, alur pasokan BBM dan proses instalasi di desa tujuan. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintahan desa setempat agar pembangunan pertashop tersebut akan optimal melayani masyarakat,” tandas Johan.

Senior Supervisor Communication & Relations Pertamina MOR IV, Arya Yusa Dwicandra, menambahkan, saat ini, Pertashop dibangun dengan tiga kategori kapasitas penyaluran yaitu antara 400 liter per hari (gold), 1.000 liter per hari (platinum) dan 3.000 liter per hari (diamond).

Senior Supervisor Communication & Relations Pertamina MOR IV, Arya Yusa Dwicandra, memaparkan, saat ini, Pertashop dibangun dengan tiga kategori kapasitas penyaluran yaitu antara 400 liter per hari (gold), 1.000 liter per hari (platinum) dan 3.000 liter per hari (diamond), saat ditemui di Semarang, Jumat (29/5/2020). Foto: Arixc Ardana

“Untuk memperluas pembangunan Pertashop, Pertamina akan mengembangkan dua skema kerjasama yakni skema investasi oleh Pertamina dan skema investasi oleh lembaga di desa. Kedua skema tersebut ditawarkan Pertamina kepada mitra, baik lembaga desa maupun pihak lain atas persetujuan Pemda. Adapun penentuan skema, Pertamina menyerahkan pada pilihan mana yang dinilai menguntungkan oleh mitra,” terang Arya.

Untuk kategori Gold, setidaknya dibutuhkan modal investasi sebesar Rp 300 juta, Platinum Rp 500 juta, dan Diamond sebesar Rp 700 juta. Investasi awal ini di luar lahan dan pengurusan izin di lokasi. “Pertashop menjadi alternatif penyediaan BBM terutama bagi masyarakat yang jauh dari SPBU,” lanjutnya.

Ditandaskan, kehadiran Pertashop merupakan alternatif Pemerintah dan Pertamina untuk memperluas layanan penyaluran BBM dan LPG dengan bekerjasama berbagai pihak dan tetap mempertimbangkan aspek komersial lokasi yang diajukan.

“Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Centre 135,” pungkas Arya.

Lihat juga...