Warga Lamsel Batasi Kunjungan Lebaran Hanya Untuk Kerabat

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sejumlah warga di Lampung Selatan tetap mengadakan silaturahmi dengan anjangsana pada hari lebaran tahun ini. Namun demikian, kunjungan silaturahmi untuk halalbihalal hanya dilakukan antarkerabat dekat dan saudara kandung.

Kuwadi, warga Desa Kelaten, Kecamatan Penengahan, mengaku tetap melaksanakan tradisi tersebut, karena wilayahnya masih masuk zona hijau. Silaturahmi antarkeluarga dilakukan hanya oleh kerabat terdekat, sebagian merupakan keluarga kandung. Persiapan tempat cuci tangan,memakai masker tetap dilakukan.

Dua hari sebelum hari raya Idulfitri, ia dan sang istri mengaku telah menyediakan sejumlah hidangan. Selain itu, pemberian uang baru bagi kerabat tetap dilakukan khusus bagi anak-anak anggota kerabat yang berkunjung.

“Kami memiliki grup WhatsApp keluarga dan sudah ada kesepakatan tetap melakukan tradisi kunjungan. Namun tidak menerima warga yang bukan berasal dari keluarga, apalagi saat ini sedang ada pandemi Covid-19,” terang Kuwadi, Senin (25/5/2020).

Melalui grup WhatsApp, keluarga Kuwadi menyebut setidaknya memiliki anggota keluarga sekitar 50 orang. Sebagian anggota keluarga tetap bekerja di Jakarta,Yogyakarta dan Jawa Barat. Tanpa pulang ke kampung akibat wilayah terkena pembatasan sosial berskala besar (PSBB), silaturahmi virtual dilakukan dengan videocall.

Kunjungan antarkeluarga sekandung tetap dilakukan dengan keyakinan tidak ada anggota keluarga yang sakit. Anggota keluarga yang sebagian berprofesi sebagai petani dan pekebun, dipastikan jarang bepergian ke wilayah lain. Proses silaturahmi yang kerap dilakukan dengan jabat tangan pada lebaran tahun ini ditiadakan.

“Silaturahmi saat Idulfitri tetap kami lakukan, tentunya dengan antisipasi protokol kesehatan dijalankan,” terang Kuwadi.

Kuwadi juga menyebut, kegiatan silaturahmi bukan bagian mudik. Sebab, kerabat yang melakukan silaturahmi bukan berasal dari luar wilayah. Sebagian kerabat dipastikan hanya berasal dari desa tetangga. Tradisi mengunjungi kerabat tetap dipertahankan untuk menjaga silaturahmi antarkeluarga.

Wandriasari, salah satu anggota kerabat, mengaku tetap menyediakan hidangan istimewa. Pada lebaran tahun ini, ia sengaja tidak datang ke tetangga. Sebagian warga yang merayakan lebaran, bahkan memilih tidak membuka pintu menghindari kunjungan. Imbauan tidak menerima tamu telah dilakukan selama masa pandemi Covid-19, meski saat hari raya Idulfitri.

“Kami hanya menerima kunjungan keluarga terdekat, sehingga tetap menyediakan hidangan,” bebernya.

Berbagai jenis hidangan yang disediakan meliputi rendang daging sapi, pempek ikan, bakso dan berbagai jenis kue. Berbagai jenis hidangan tersebut sebagian memiliki nilai gizi yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu bagi anggota keluarga yang melakukan kunjungan, tetap diwajibkan mencuci tangan dengan sabun.

Christeva, salah satu anggota keluarga mengaku tidak bepergian ke warga lain yang bukan keluarga. Ia memilih hanya berkunjung ke kerabat dan menikmati hidangan yang disiapkan kerabatnya. Menu pempek ikan tenggiri, menurutnya menjadi sajian istimewa yang disantap bersama cuka. Selain menikmati sajian kuliner pempek, ia tetap bisa melakukan silaturahmi dengan anggota keluarga terdekat.

Lihat juga...