Warga Lamsel Meriahkan Takbiran Tanpa Pawai di Jalan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Malam lebaran Idulfitri 1441 Hijriah warga Lampung Selatan (Lamsel) mematuhi imbauan pemerintah. Sebagian warga memilih melakukan mengumandangkan takbir di setiap masjid tanpa melakukan pawai di jalan.

Omon Budianto, kepala dusun Sumbersari, Desa Pasuruan, Penengahan menyebut malam takbir hanya dikumandangkan pada masjid setempat.

Seperti malam tarawih selama bulan Ramadan protokol kesehatan dilakukan jamaah masjid. Sesuai dengan anjuran Majelis Ulama Indonesia (MUI) ibadah dilakukan oleh jamaah sekitar masjid. Usai melakukan salat Isya dikumandangkan takbir dengan iringan beduk yang ditabuh anak-anak saat malam takbir.

Imbauan tidak menggelar salat ied di lapangan terbuka disebutnya telah dipersiapkan. Sebuah bilik disinfektan untuk jamaah yang akan melaksanakan salat Ied dipersiapkan pada pintu halaman masjid.

Bilik disinfektan telah disiapkan untuk jamaah yang akan masuk masjid saat malam takbir dan salat Ied di masjid Al Istiqomah, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Sabtu (23/5/2020) – Foto: Henk Widi

Cara tersebut bertujuan untuk memenuhi protokol kesehatan. Ia juga memastikan warga yang ada di sekitar masjid Al Istiqomah merupakan warga setempat.

“Akibat larangan mudik tidak ada warga yang pulang untuk berlebaran dan protokol kesehatan saat malam takbir hingga salat Ied telah dipersiapkan, malam ini kegiatan takbir tanpa keliling menggunakan kendaraan,” terang Omon Budianto di halaman masjid Al Istiqomah, Sabtu malam (23/5/2020).

Bagi anak-anak yang memasuki area masjid ia menyebut telah disediakan wastafel cuci tangan dengan sabun. Sebab saat malam takbir sebagian anak-anak usai melaksanakan salat bergantian memukul beduk. Perayaan malam takbir menurutnya cukup dirayakan oleh jamaah sekitar masjid tanpa berkeliling seperti tahun sebelumnya.

Pelaksanaan takbir di masjid menurut Omon Budianto sekaligus untuk faktor keamanan. Sebab takbir keliling yang kerap mempergunakan kendaraan roda dua berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Takbir yang dilakukan dalam masjid dilakukan menggunakan speaker dan dilakukan bergantian.

Kapolres Lamsel, AKBP Eddie Purnomo telah mengimbau agar masyarakat mematuhi anjuran pemerintah. Anjuran diantaranya larangan menggelar takbir keliling pada malam lebaran Idulfitri 1441 H. Patroli oleh personel kepolisian menurutnya digencarkan pada sejumlah wilayah menghindari adanya kegiatan takbir keliling.

Kapolres Lampung Selatan,AKBP Eddie Purnomo (tengah) saat apel penyiapan pengamanan malam takbir hari raya Idulfitri 1441 H di lapangan Korpri, Sabtu sore (23/5/2020) – Foto: Henk Widi

Patroli oleh Polsek jajaran di wilayah hukum Polres Lamsel digelar dalam skala besar. Patroli gabungan dilakukan oleh personel TNI, Polri dan unsur terkait untuk menjaga kamtibmas di masyarakat. Imbauan yang dilakukan menurutnya agar masyarakat menghindari kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

“Imbauan untuk tidak menimbulkan kerumunan bertujuan agar bisa memutus mata rantai Covid-19,” tegasnya.

Selain melarang kegiatan takbir keliling, selama pandemi Covid-19 ia menegaskan tempat wisata masih belum diizinkan untuk beroperasi. Sebab sejumlah objek wisata berpotensi menimbulkan kerumunan. Ibadah di rumah sekaligus melakulan silaturahmi virtual sangat dianjurkan tanpa mengurangi makna Idulfitri.

Personel gabungan disebutnya melakukan patroli pada sejumlah wilayah pada malam lebaran. Patroli skala besar dibagi menjadi tiga regu meliputi seputaran Kalianda, Palas dan Penengahan hingga Bakauheni. Regu ketiga melakukan patroli ke wilayah Sidomulyo hingga Katibung menjaga kamtibmas pada malam lebaran.

Lihat juga...