12 Pekerja Migran Indonesia Tempati Lokasi Karantina di Sikka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sebanyak 24 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia tiba di pelabuhan Marapokot, Kota Mbay, Kabupeten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (27/6/2020) menggunakan kapal laut KMP Sangke Palangga dari pelabuhan Bira Sulawesi Selatan.

Setelah tiba, dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Tim Medis dari Puskesmas Danga dalam upaya penanganan dan pencegahan Corona Virus Desiase (Covid-19) di wilayah Kabupaten Nagekeo.

“Para PMI asal kabupaten Sikka sebanyak 3 orang kami jemput sendiri menggunakan mobil ambulans Covid-19,” sebut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, NTT, Germanus Goleng, Minggu (28/6/2020).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, NTT, Germanus Goleng saat ditanyai, Minggu (28/6/2020). Foto: Ebed de Rosary

Germanus mengatakan, pihaknya datang menjemput PMI asal Sikka bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Para PMI asal Sikka yang dijemput dirinya kata dia, semuanya langsung diurus, sementara PMI lainnya diurus oleh petugas Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Kupang.

“Kalau PMI asal Sikka langsung dijemput menggunakan mobil ambulans Covid-19. Sementara PMI lainnya diurus oleh P4TKI Kupang dengan menumpang bus carteran dari Kota Nagekeo menuju Maumere,” ungkapnya.

Setelah tiba di Maumere jelas Germanus, para PMI asal Sikka langsung ditempatkan di gedung Sikka Covention Center (SCC) untuk menjalani karantina terpusat.

Sementara itu, PMI asal Kabupaten Flores Timur (Flotim) berjumlah 9 orang sebut dia, setelah tiba di Maumere, langsung dijemput oleh petugas Covid-19 Flotim dan Disnakertrans Flotim.

“Para pekerja asal Sikka langsung menempati lokasi karantina mandiri di gedung SCC sesuai protap penanganan Covid-19. Mereka akan menjalani karantina selama 14 hari sesuai protap kesehatan Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu petugas P4TKI Kupang, Rafael Rada, mengatakan, selain Kabupaten Sikka, PMI asal Ende sebenyak 3 orang, juga dijemput sendiri oleh staf dari pemerintah Kabupaten Ende.

Sementara sisanya 9 PMI asal Kabupaten Flotim, 6 dari Lembata serta masing-masing satu orang asal Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara (TTU) dan Sumba Barat untuk sementara ditempatkan di gedung SCC Maumere.

“Kami masih menunggu pemerintah dan petugas dari Pemerintah Kabupaten Lembata yang datang menjemput warganya. Sementara PMI asal Kupang, TTU dan Sumba Barat akan diantar ke Kupang menggunakan pesawat,” jelasnya.

Setelah tiba di Kupang sebutnya, para PMI tersebut akan dijemput oleh pemerintah kabupaten masing-masing untuk dibawa ke daerahnya dan menjalani karantina sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Lihat juga...