7.450 Warga Banyumas ‘Rapid Test’, 16 Reaktif

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO – Tim Gugus Tugas Banyumas terus menggencarkan rapid test kepada warga Banyumas. Dari sekitar 7.450 orang yang di-rapid test, sebanyak 16 dinyatakan reaktif, sehingga dalam satu hari penambahan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Banyumas cukup signifikan.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, penambahan jumlah PDP ini merupakan hasil penelusuran dari tim gugus tugas yang terus melakukan upaya jemput bola. Rapid test dilakukan mulai dari berbagai kalangan, mulai dari tempat karantina kabupaten hingga karantina desa, pondok pesantren, masjid, toko-toko yang ramai pengunjung hingga pasar tradisional serta warga yang terkena razia penggunaan masker.

Rapid test kita lakukan secara random atau acak, namun sudah mewakili, sehingga jumlah PDP bertambah cukup banyak dalam satu hari, yaitu dari 16, sekarang ada 35 PDP,” kata Bupati, Senin (1/6/2020).

Namun, lanjut Husein, masyarakat diminta untuk tidak khawatir. Sebab, penambahan jumlah PDP tersebut menunjukkan bahwa tim gugus tugas terus menjalankan tugas-tugasnya.

“Walaupun bertambah banyak PDP, namun itu karena deteksi dini dari petugas, sehingga ke depan kondisi Banyumas akan membaik, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tuturnya.

Terkait 16 orang yang hasil rapid test reaktif tersebut, Husein mengatakan, sesuai prosedur langsung menjalani karantina dan dilakukan swab test. Saat ini mereka masih menunggu hasil swab.

Sementara itu, salah satu warga Desa Adisana, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Elia mengatakan, di desanya ada warga yang baru mudik dan tidak menjalani karantina di desa maupun karantina mandiri. Ia menyatakan keheranannya masih ada pemudik yang bisa lolos dari pantauan petugas.

“Warga sekitar jadi khawatir, apalagi yang bersangkutan tidak melakukan karantina mandiri di rumah, tetapi malah bepergian dengan anaknya menggunakan sepeda motor,” katanya.

Menanggapi masih adanya pemudik yang lolos dari pemantauan tersebut, bupati mengatakan, pihaknya meminta agar masyarakat pro aktif melaporkan jika ada pemudik yang pulang dan tidak menjalani karantina. Laporan bisa disampaikan ke pihak desa atau pun RT/RW setempat, karena sudah ada gugus tugas hingga di tingkat RT.

Lihat juga...