Akhir Pekan, Curug Parigi Ramai Dikunjungi Warga

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Akhir pekan, lokasi Curug Parigi di Kampung Parigi, RT 01/RW 06, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, ramai dikunjungi warga dari berbagai wilayah untuk berswafoto sekaligus menikmati suasana alam di perbatasan dengan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Lokasi wisata Curug Parigi baru dibuka dua minggu ini, dan hari ini jumlah pengunjung banyak. Terutama kalangan goweser sejak pagi tadi,” kata Bang Bono, pengurus Karang Taruna Cikiwul, Unit 06, Kampung Parigi, kepada Cendana News, Minggu (28/6/2020).

Bang Bono, pengurus Karang Taruna Unit 06 Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi, menyatakan kunjungan hari ini cukup banyak. Sampai saat ini, Curug Parigi masih dikelola secara swadaya oleh warga dan pemuda di Kampung Parigi, Minggu (28/6/2020) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan bahwa selama ini, Curug Parigi dikelola warga bersama Karang Taruna secara swadaya. Masyarakat yang datang bisa dari berbagai wilayah tidak hanya di Kota Bekasi.

Namun dia menyayangkan hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pemanfaatan potensi alam untuk dijadikan salah satu destinasi wisata alam yang dikelola dengan baik oleh pemerintah.

“Kalau kunjungan dari pemerintah sudah sering, mereka menjanjikan untuk diperbaiki. Tapi sampai sekarang masih seperti ini, padahal dibanding tempat lain Curug Parigi lebih menjanjikan dengan potensi alam maksimal,” tukasnya.

Menurutnya, selama ini Curug Parigi, menjadi tempat kunjungan setiap akhir pekan. Pemuda dan warga setempat pun bersyukur karena bisa memberi penghasilan bagi warga setempat, terutama pedagang dan pemuda.

“Curug Parigi, selama ini kalau musim hujan atau pun debet air tinggi kami tutup, karena jalurnya masih tanah. Kami tidak mau menanggung risiko,” tandas Bang Bono.

Terpantau di lokasi Curug Parigi dikelola secara swadaya oleh pemuda setempat. Mereka telah membuat lokasi untuk berswafoto menggunakan bahan bambu seadanya dan menyediakan ayunan memanfaatkan pepohonan sekitar bantaran sungai Cileungsi.

Untuk masuk ke lokasi Curug Parigi, harus melintasi jalur setapak. Oleh pemuda setempat jalur tersebut disebut kelok 12, yang dipagari tembok kiri kanan hanya cukup satu mobil melintas. Sebelumnya pengunjung sempat sepi akibat jalur mobil ditutup.

Sebelumnya, warga juga bisa berswafoto di jembatan menuju gudang mesiu.

Salah seorang pengunjung kepada Cendana News mengaku penasaran dengan Curug Parigi karena melihat di media.

“Baru ingat datang langsung, bagus memang Curugnya. Tapi sayang airnya bau sisa limbah, airnya dingin tapi gatal karena limbah, bau menyengat,” jelas Nia, bersama temannya yang datang dari wilayah Jatiluhur.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bekasi, Tedi Hafni, dikonfirmasi terpisah mengaku, pengembangan Curug Parigi sudah dipikirkan oleh Pemerintah. Namun imbuhnya, selama ini masih terkendala masalah lahan untuk menuju ke lokasi.

“Curug Parigi sudah sering dikunjungi, maka kita berharap ada pihak ketiga mau mengelola bersama kelurahan dan Karang Taruna setempat,” jelasnya.

Hingga pukul 12.00 WIB, pengunjung Curug Parigi terus berdatangan. Dari pagi pihak pengelola Karang Taruna memprediksi lebih dari 2000-an orang yang berkunjung.

Lihat juga...