Aktivitas Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Dihentikan Tim Gakkum KLHK

Petugas mengamankan para penambang ilegal di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – Foto Ant

BALIKPAPAN – Tim Brigade Enggang Seksi Wilayah II Samarinda Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah Kalimantan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK), bersama jajaran Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, menghentikan aktivitas penambangan batu bara tanpa izin di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Kami mengamankan dua unit ekskavator bersama tiga orang operatornya, satu orang penjaga malam, dan satu orang penanggung jawab kegiatan lapangan,” kata Kepala Seksi Gakkum KLHK Wilayah II Samarinda, Annur Rahim, Minggu (28/6/2020).

Para petugas gakkum mendatangi lokasi tambang tersebut tengah pekan lalu. Turut diamankan juga sedikitnya lima kilogram batu bara dari lokasi tambang. “Batu bara itu sebagai barang bukti,” ujar Annur.

Ekskavator barang bukti tambang ilegal di di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur – foto Ant

Penyidik segera menetapkan ZK (52), yang berperan sebagai penanggung jawab kegiatan lapangan sebagai tersangka. Dengan status itu, saat ini tersangka dititipkan di Ruang Tahanan Polresta Samarinda. Semua barang bukti berupa, dua ekskavator dan lima kilogram batu bara, diamankan di Kantor Balai Gakkum Wilayah Kalimantan di Samarinda.

Annur menyebut, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 17 ayat 1 huruf a dan/atau huruf b jo Pasal 89 ayat 1 huruf a dan/atau huruf b Undang-Undang No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. “Ancaman hukumannya pidana penjara 15 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar,” jelas Annur.

Keberadaan tambang ilegal di daerah lingkar ibu kota baru negara tersebut dideteksi tim gakkum dari laporan masyarakat. Setelah dipastikan memang terjadi perbuatan ilegal tersebut, tim gabungan dari Brigade Enggang Balai Gakkum Wilayah Kalimantan dan Polhut Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). “Kami amankan sekitar pukul 21.45 WITA,” kata Annur.

Setelah itu, semua aktivitas penambangan dihentikan. Tim mengamankan para pelaku dan barang bukti dan menyerahkannya kepada penyidik di Kantor Balai Gakkum Wilayah Kalimantan untuk proses lebih lanjut. Penyidik masih mengembangkan kasus tersebut, untuk mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain dalam aktivitas tersebut. (Ant)

Lihat juga...