Banjir Rob Masih Genangi Rumah Warga di Sikka

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Angin kencang yang melanda Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Jumat (5/6) hingga Rabu (10/6) masih terjadi, namun debit air yang menggenangi rumah warga di pesisir utara Pulau Flores ini mulai berkurang.

Hal ini terlihat dari beberapa rumah yang tergenang, airnya sudah menyusut dan mengering termasuk beberapa halaman kosong yang ada di perkampungan Kampung Garam Kelurahan Kota Uneng Kota Maumere.

“Memang debit air mulai berkurang namun air memang masih masuk ke perkampungan kalau sedang pasang tinggi dan terjadi gelombang besar,” sebut Muhidin, warga Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Rabu (10/6/2020).

Muhidin menyebutkan, banjir rob memang sering terjadi saban tahun di pesisir pantai di Kelurahan Kota Uneng namun tahun 2020 debit airnya lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dirinya mengaku memang sudah ada pembangunan saluran dan tanggul di belakang pemukiman di Kampung Garam namun tidak terlalu panjang sehingga air masuk ke perkampungan.

“Mungkin juga dulunya daerah pesisir pantai Kota Uneng dipenuhi bakau dan sekarang sudah banyak perumahan sehingga selalu terjadi banjir rob,” ujarnya.

Siti Rabiah Intan saat ditemui, Rabu (10/6/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Siti Rabiah Intan, warga Kampung Bebeng Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat juga mengaku rumahnya terendam banjir rob namun tingginya hanya sekitar 50 sentimeter termasuk di depan rumahnya.

Siti mengaku banjir rob terjadi karena air laut masuk melalui pesisir pantai di sisi barat kampung dan melewati saluran air dan meluap ke jalan serta halaman rumah warga yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari laut.

“Kalau banjir rob memang setiap tahun selalu terjadi tapi memang tahun ini ketinggian airnya lebih tinggi. Kami berharap pemerintah bisa membangun tanggul agar rumah kami tidak tergenang lagi,” sebutnya.

Siti mengaku rumahnya dan beberapa rumah warga yang tinggal di dekat pantai tergenang air tapi tidak menimbulkan kerusakan dan biasanya air akan menggenangi perkampungan sekitar jam 10.00 hingga jam 15.00 WITA.

Bupati Sikka,Fransiskus Roberto Diogo saat mengunjungi Kampung Bebeng mengatakan adanya banjir rob membuat pemerintah menetapkannya menjadi bencana daerah agar bisa  ditangani secara cepat dan tuntas

Penetapan bencana daerah ini, kata Robi sapaannya dilakukan mengingat hampir seluruh wilayah di pesisir pantai utara Kabupaten Sikka terkena dampak sehingga bisa ditangani secara cepat dan tuntas.

“Nanti BPBD Sikka akan melakukan pengkajian dan membicarakannya dengan masyarakat terkait langkah penanganannya sehingga sesuai keinginan warga,” ungkapnya.

Lihat juga...