Baznas Gelar Pelatihan Kurban ‘Online’

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar acara pelatihan untuk mitra pelaksana Kurban Online Baznas 2020, sebagai bentuk edukasi pelayanan ibadah kurban yang sesuai syariat Islam, dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.  

Anggota Baznas, Nana Minarti, mengatakan kondisi Indonesia yang saat ini masih terpapar pandemi Covid-19, menuntut adanya persiapan dan koordinasi yang matang serta eksekusi yang tepat agar penyaluran kurban dapat memenuhi protokol Covid-19, dan tidak melanggar syariah.

Pelaksanaan pelatihan mitra pelaksana kurban Baznas 2020, menurutnya adalah pelatihan kurban yang spesial karena dilaksanakan secara virtual atau daring.

Kepala Program Pemberdayaan Peternak Mustahik Baznas, Ajat Sudarjat (kemeja putih) pada diskusi zakat dan kurban di kantor Baznas Pusat, Jakarta, beberapa waktu lalu. -Dok: CDN

“Baznas berkomitmen untuk menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Kami terus menjaga dalam setiap aktivitas programnya dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, termasuk dalam proses tata laksana ibadah kurban,” ujar Nana, pada pelatihan kurban virtual seperti dalam rilisnya yang diterima Cendana News, Senin (29/6/2020) pagi.

Dia menyebut, dengan digelarnya pelatihan ini, pihaknya dapat melayani ibadah kurban bagi para pekurban yang sesuai dengan syariah, standar kesehatan dan kesejahteraan hewan, dan protokol pencegahan Covid-19 yang diatur pemerintah.

Nana berharap, pelatihan ini membawa nilai manfaat lebih besar dan mampu memberi proses edukasi pelaksanaan kurban yang sesuai syariat Islam, dan protokol kesehatan Covid-19 secara lebih luas.

Kepala Program Pemberdayaan Peternak Mustahik Baznas, Ajat Sudarjat, menambahkan pelatihan ini sebagai upaya dalam menyamakan persepsi dengan para mitra mengenai konsep pelaksanaan ibadah kurban 2020, mengingat ada beberapa hal yang penting untuk ditekankan pada pelaksanaan kurban 2020, karena digelar dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Karena beberapa mitra baru bergabung, perlu adanya pematangan teknis lebih lanjut terkait pelaksanaan kurban mulai dari penyepakatan akad, pembagian kuota ternak yang disalurkan, teknis pelaksanaan, dokumentasi sampai pelaporan kegiatan,” ujarnya.

Pelatihan kurban virtual yang digelar selama dua hari, Senin dan Selasa (29-30/6/2020) ini diikuti oleh tim Baznas Pusat, 63 mitra pelaksanaan kurban dari 24 provinsi dan 51 kabupaten/kota, serta Baznas provinsi, Baznas kabupaten/kota, Dewan Masjid Indonesia dan masyarakat.

“Diharapkan usai pelatihan terjalin komunikasi yang lebih solid antara mitra pelaksana dan panitia pusat dalam upaya mensukseskan Kurban Online Baznas 2020,” tutup Ajat.

Lihat juga...