Bebek Jojo Teluk Pucung, Sensasi Olahan Khas Manja

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Sejumlah tempat kuliner seperti rumah makan saat ini mulai bernafas lega setelah pemerintah menghentikan penerapan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam mencegah penularan virus Covid-19.

Karel A.K, pria asli Manado, pengelola sekaligus pemilik Bebek Manja saat ditemui, Sabtu (27/6/2020). Foto: Muhammad Amin

Hal tersebut tentunya ikut dirasakan oleh Rumah Makan Bebek Jojo, berlokasi di Jalan Raya Perjuangan, Kelurahan Teluk Pucung, di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Setelah PSBB, kini tempat kuliner ini mulai bergeliat.

“Alhamdulillah, sudah mulai buka sejak seminggu lalu, setelah lebih dari dua bulan sepi total. Bahkan hampir dua bulan tutup akibat Corona,” ungkap Karel A.K, pengelola Bebek Jojo, Kepada Cendana News, Sabtu (27/6/2020).

Rumah makan seperti namanya menawarkan menu bebek penyet, rica-rica, kremes atau bakar. Bagi yang tidak suka bebek ada ayam yang diolah dengan bumbu yang sama.

Namun demikian Bebek Jojo, menawarkan rasa berbeda, tentunya karena cara pengolahan. Daging bebek perlu trik khusus dalam pengolahannya agar dagingnya lembut dan empuk.

“Saya lebih mengenalkan Bebek Jojo, dengan olahan Manja (Manado Jawa) terutama bumbu dan sambalnya. Mungkin karena perpaduan itu banyak pelanggan yang datang lagi,” jelas Karel, mengenalkan bahwa Isterinya asli Cilacap, Jawa Tengah.

Membuka bebek Jojo, berawal dari ketertarikannya, sebagai supir yang selalu mensuplay kebutuhan daging rumah makan di Jakarta. Karel pertama kali datang ke Jakarta dari Manado, hanya sebagai supir.

“Datang ke Jakarta ngontrak, jadi supir sekarang membuka usaha rumah makan. Jadi saya tahu, bagaimana rasanya kelaparan. Inilah yang membuat saya menggratiskan pelanggan yang ulang tahun makan di bebek Jojo disamping menarik pelanggan lainnya,” ujarnya.

Untuk bumbu Bebek Jojo, proses sebelumnya diungkep bersama semua bumbu yang telah disediakan seperti, daun jeruk, serai, daun salam jahe, lengkuas dijadikan satu agar membuat daging bebek gurih.

Untuk sambal, Karel, mengaku memadukan sambal roa khas Manado dipadu dengan sambal Jawa, hingga hasil pedasnya maksimal. Sambal sendiri menggunakan bawang putih
cabai rawit, gula dan garam.

Lihat juga...