Bupati Purbalingga Ingatkan Penerapan Prokes di Pasar Hewan dan RPH

Editor: Makmun Hidayat

PURBALINGGA — Menjelang Idul Adha, kawasan pasar hewan menjadi lokasi yang harus diwaspadai, sebab banyak orang datang untuk memilih dan membeli hewan kurban. Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menegaskan, pasar hewan di Purbalingga harus menerapkan protokol kesehatan, jika tidak ingin kegiatan jual-beli hewan dihentikan.

“Beberapa waktu lalu saya sempat mampir ke pasar hewan dan kondisinya sangat memprihatinkan, meskipun sudah banyak yang menggunakan masker, namun baik pengunjung maupun pembeli tidak menjaga jarak,” kata Dyah Hayuning Pratiwi, Selasa (30/6/2020).

Sehingga mendekati Idul Adha ini, bupati yang biasa disapa Tiwi ini merasa perlu untuk mengingatkan kembali para pedagang di pasar hewan untuk menerapkan protokol kesehatan. Seluruh pengunjung dan pedagang diwajibkan menggunakan masker dan pihak pengelola pasar juga diminta untuk mengatur jarak antarpedagang.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi di Purbalingga, Selasa (30/6/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Selain pasar hewan, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan. Pemkab Purbalingga sendiri sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 524/11695 tertanggal 22 Juni 2020 perihal Panduan Pelaksanaan Penyembelihan Hewan Qurban pada Idul Adha 1441 H di tengah pandemi Covid 19.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam mengatakan, surat edaran tersebut sudah disosialisasikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Purbalingga, Kantor Kemenag Purbalingga, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Purbalingga dan para camat untuk diteruskan hingga ke tingkat desa dan kelurahan, takmir masjid serta panitia kurban di wilayah masing-masing.

“Surat Edaran tersebut mengatur supaya penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan sesuai ketentuan syariah agama Islam, namuun dengan tetap menjaga agar seluruh kegiatan pemotongan hewan kurban menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid 19,” terangnya.

Dinpertan Purbalingga sendiri juga akan melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan  ternak yang diperjualbelikan di pasar hewan,  melalui petugas medis dan veteriner peternakan. Sekaligus memberikan pelayanan berupa pemberian obat cacing dan vitamin untuk ternak.

“Pengawasan dan pemeriksaan kesehatan serta pelayanan pengobatan juga sudah dilakukan untuk hewan-hewan ternak yang dipelihara oleh para peternak di Kabupaten Purbalingga, sehingga pemeriksaan hewan kurban ini berlapis,” jelas Mukodam.

Sementara untuk pemeriksaan kesehatan hewan ternak, mendekati Idul Adha ini dilakukan dengan lebih intensif, yaitu dengan mengerahkan petugas pemeriksa lebih banyak lagi. Mengingat jumlah hewan yang diperjualbelikan juga meningkat dratis.

“Pengawasan langsung oleh petugas medis dan veteriner juga dilakukan pada saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, untuk memastikan hewan kurban yang dibagikan bebas dari cacing hati dan daging aman dikonsumsi,” tuturnya.

Lihat juga...