Buruh Tanam dan Pemupukan Jadi Sumber Alternatif Penghasilan Petani

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Masa tanam dan pemupukan jagung di wilayah Lampung Selatan (Lamsel) jadi sumber penghasilan warga. Perputaran uang pada sektor pertanian sangat besar, sebab sejak dari awal masa tanam sebagian petani membutuhkan tenaga kerja.

Arisanto, salah satu warga di Desa Tamansari,Kecamatan Ketapang menyebutkan, sebagai petani yang tidak memiliki lahan ia memilih menjadi buruh. Saat masa awal tanam pekerjaan yang kerap ditawarkan kepadanya meliputi pembersihan lahan (perun), penanaman dan pemupukan.

“Saat masa tanam serentak jasa buruh tanam kerap banyak dibutuhkan oleh pemilik lahan untuk mempercepat penanaman jagung sebagian dengan sistem arisan tenaga,” terang Arisanto saat ditemui Cendana News, Selasa (2/6/2020).

Arisanto menyebut jasa buruh tanam pada sektor pertanian jagung rutin dibutuhkan. Sistem arisan tenaga jadi pilihan agar proses penanaman cepat dilakukan. Saat salah satu petani memulai masa tanam, pemupukan dibutuhkan minimal lima tenaga kerja.

Melalui sistem arisan tenaga kerja kebutuhan tenaga akan mudah diperoleh. Sebab pada puncak masa penanaman menyesuaikan luasan lahan. Semakin luas akan semakin membutuhkan tenaga kerja.

“Saya memanfaatkan peluang lapangan kerja yang ada pada sektor pertanian yang tidak membutuhkan keahlian khusus,” terangnya.

Buruh tanam lain bernama Sarto menyebut jasa buruh sangat dibutuhkan oleh pemilik lahan. Sebab pada lahan tanaman jagung wilayah Ketapang dominan perbukitan lahan miring. Imbasnya penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis traktor dan alat penanam benih sulit digunakan. Penggunaan tenaga kerja manual menurutnya masih sangat diperlukan.

Sarto menyebut sejak masa pandemi Covid-19 lapangan pekerjaan sulit diperoleh. Namun dengan adanya masa tanam bersamaan tenaga kerja buruh sangat dibutuhkan. Meski hanya mendapatkan upah sebesar Rp70.000 per hari ia tetap menerima tawaran menjadi buruh pemupukan.

“Lumayan bisa memperoleh hasil selama masa pandemi meski hanya sebagai buruh tanam dan pemupukan,” terang Sarto.

Sistem rombongan dalam penanaman jagung dilakukan oleh sebagian warga Desa Gandri. Sumini, salah satu warga di desa tersebut mengungkapkan jasa buruh tanam sangat diperlukan. Pada saat sulit mendapatkan lapangan pekerjaan buruh tanam jadi alternatif.

Satu kali proses pekerjaan sebagai buruh tanam sebagian tenaga kerja wanita tersebut bisa membantu keluarga. Selama satu bulan bekerja sebagian wanita buruh bisa memperoleh hasil sekitar ratusan ribu.

Saat banyak petani membutuhkan tenaga kerja ia bahkan bisa mendapatkan hasil hingga jutaan rupiah. Lapangan pekerjaan bidang pertanian disebutnya bisa jadi sumber penghasilan selama pandemi Covid-19.

Lihat juga...