Cita Rasa Nusantara, Lapek Nago Sari dari Padang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PADANG — Makanan yang bersifat tradisional memang memiliki cita rasa yang tiada duanya. Bahan-bahan yang alami dan cara yang memasak secara tradisional adalah kunci kelezatan. Seperti halnya dengan lapek nago sari, kuliner dari Sumatera Barat ini, masih menjadi incaran bagi pemburu sarapan pagi.

Rossi mantan pengusaha lapek nago sari di Padang/Foto: dokumen Rossi

Di Kota Padang misalnya, di warung-warung pinggiran kota, ini cukup banyak ditemui. Selain memang lezat, harga lapek nago sari ini hanya Rp1.000 untuk satu bungkus lapek yang dibaluti duan pisang.

Lapek nago sari ini adalah jenis kuliner yang mudah basi, diperkirakan kuliner satu ini hanya bisa bertahan dalam waktu 10 jam dalam suhu normal. Tapi kalau di simpan di dalam kulkas, maka bisa di nikmati hingga malam hari.

Ketahanan kuliner yang satu ini wajar jika hanya hanya bisa selama 10 jam, karena bahan – bahan yang digunakan benar-benar alami dan tidak ada campuran pengawet. Namanya juga kuliner tradisional, jadi bahan dan proses nya pun dilakukan secara tradisional.

Rossi, warga Padang, yang tengah menjalani usaha lapek nago sari, menceritakan, membuatnya bisa dikatakan tidak lah terlalu rumit. Langkah awalnya seperti membuat bubur putih biasa. Tapi, sesudah itu ada cara lain yang harus dilakukan agar benar-benar memiliki cita rasa yang menggigit di lidah.

“Terkadang ada kuliner Padang ini yang tidak di lidah orang bukan dari Sumatera Barat. Nah, kalau lapek nago sari ini semua orang pasti suka. Karena yang paling terasa itu manis dan lembut nya lapek. Kalau ” katanya, ketika di hubungi, Sabtu (27/6/2020).

Dia pun menjelaskan terkait cara membuat lapek nago sari khas Sumatera Barat. Bahan yang digunakan itu yakni tepung beras yang diaduk, dan didinginkan, kemudian diisi dengan potongan daging pisang didalamnya. Setelah lapek jadi, makanan ini kemudian dibungkus dengan daun pisang yang telah disalai (dihangatkan dengan api) terlebih dulu.

Menurutnya, bagi keluarga di rumah yang mungkin ingin mencoba membuat lapek nago sari ini, ada Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan beserta takarannya. Seperti 150 gram tepung beras yang bagus. 300 mili liter santan kental dari 1 butir kelapa parut. 500 mili liter santan dari ½ butir kelapa parut.

“Nah itu untuk bahan-bahan membuat isi dari lapeknya saja. Bahan lainnya 175 gram gula pasir, ½ sendok makan garam, dan terakhir perlu menyediakan daun pisang,” jelasnya.

Satu lagi, kata Rossi, pisang yang sudah masak, sedikitnya sediakan 5 buah pisang disarankan pisang batu (pisang raja) atau 1 buah pisang tanduk, kupas, belah dua, potong 3 cm. Pisang ini nantinya menjadi bagian dari cita rasa lapek nago sarinya, karena akan sama-sama di lipat di dalam pisang.

Sementara terkait cara memasak adonan yang telah ada itu, Rossi menjelaskan, hal pertama yang perlu dilakukan itu yakni aduk tepung beras dengan santan kental hingga tercampur rata. Lalu masak santan encer bersama pandan, gula dan garam hingga mendidih.

Selanjutnya, tuangkan larutan tepung beras sambil aduk hingga kental, mendidih dan matang, dan setelah itu angkat dari tungku. Lalu ambil sepotong daun pisang, beri 1 sendok makan penuh adonan tepung.

“Cara di sini kita mulai untuk melipatnya dengan daun pisang. Langkah pertama taruh 1 potong pisang di atasnya. Gulung hingga rapi lalu lipat ujung-ujungnya. Kerjakan yang sama dengan sisa bahan,” ucapnya.

Nah, apabila semuanya sudah terbungkus oleh daun pisang. Proses selanjutnya lakukan pengukusan dalam dandang panas selama 30 menit hingga matang. Dalam proses ini kondisi api harus diperhatikan, dan sangat disarankan di masak di atas tungku api kayu, bukan dari kompor gas.

“Kalau di kampung itu, mau buat kue tradisional ini, ya di tungku api kayu. Tujuannya, api kayu memberikan suhu yang sangat teratur. Seperti memasak rendang, selalu di atas api kayu,” sebutnya.

Jika sudah selesai di kukus, harap diinginkan hingga bisa aman di makam. Sensasi menikmati lapek nago sari ini, disarankan makan langsung di atas daun atau seruput langsung.

Tapi bagi yang merasa hal itu kurang nyaman, bisa juga menyantap lapek nago sari dengan cara menggunakan sendok. Nah, hal utama yang dirasakan saat mencicipi nago sari ialah lembut dan manis.

Lapek nago sari, hampir semua kalangan menyukainya. Mulai dari anak-anak hingga yang sudah tua. Hal ini dikarenakan teksturnya begitu lembut dan bahkan, balita pun sanggup untuk mencicipinya.

Nani, ibu rumah tangga di Padang, mengatakan, lapek nago sari itu paling enaknya di makan di waktu pagi. Karena, bisa dijadikan sajian pembuka makan alias sebelum sarapan yang lain.

“Bisa dikatakan hampir setiap hari. Paling sering itu tiap hari Sabtu dan Minggu itu selalu beli lapek nago sari, karena suami dan anak-anak lagi di rumah. Keluarga saya suka,” katanya.

 

Lihat juga...