Covid -19 Meluas pada 10 Kecamatan di Purbalingga

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, di halaman pendopo Purbalingga beberapa waktu lalu. -Foto: Hermiana E. Effendi

PURBALINGGA — Penyebaran Covid-19 meluas di Kabupaten Purbalingga, sampai dengan saat ini tercatat sudah 10 kecamatan. Menyikapi hal tersebut, mulai awal bulan Juni ini, Pemkab memberikan sanksi tegas berupa karantina bagi warga yang tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah.

“Penyebaran Covid-19 sudah semakin luas, karena itu masyarakat Kabupaten Purbalingga harus disiplin menggunakan masker dan mulai awal bulan Juni ini, bagi yang terjaring tidak menggunakan masker akan langsung dibawa ke lokasi karantina di Gedung Korpri Purbalingga,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, Selasa (2/6/2020).

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga, kasus positif Covid-19 terdapat pada Kecamatan Karangreja, Kutasari, Padamara, Kalimanah, Kemangkon, Kecamatan Purbalingga, Bojongsari, Karangreja, Bukateja dan Kecamatan Pengadegan. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga menyebar pada kecamatan lainnya. Sehingga seluruh kecamatan di Kabupaten Purbalingga terdapat kasus positif Covid-19 dan PDP.

“Untuk PDP ada pada 9 kecamatan, mulai dari Kecamatan Karangjambu, Bobotsari, Mrebet, Karanganyar, Kertanegara, Karangmoncol, Rembang, Kaligondang dan Kejobong,” kata Kepala Dinkes Purbalingga, drg Hanung Wikantono.

Sementara itu, terkait aturan yang mewajibkan menggunakan masker tersebut, Bupati Purbalingga dengan menggandeng unsur TNI dan Polri, terus melakukan sosialiasi dan razia penggunaan masker. Pada hari pertama pemberlakuan sanksi karantina, kata Bupati, ada 10 orang yang tidak memakai masker dan langsung dibawa ke lokasi karantina.

“Kemarin ada 10 orang yang diberi sanksi karantina karena tidak menggunakan masker, yang dari luar Purbalingga ada 4 orang, yaitu dari Kabupaten Banyumas ada 2 orang, kemudian dari Kabupaten Cilacap dan Pemalang, sisanya merupakan warga lokal Purbalingga,” terang Bupati yang biasa disapa Tiwi ini.

Tiwi berharap, pemberian sanksi karantina ini bisa menumbuhkan efek jera di kalangan masyarakat, sehingga kesadaran untuk menggunakan masker meningkat. Sebab, di wilayah Barlingmascakep, kasus covid-19 di Kabupaten Purbalingga lebih tinggi dari tiga kabupaten lainnya, yaitu Cilacap, Banjarnegara dan Kebumen. Dengan jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 57 orang, Purbalingga berada di atas Kabupaten Banjarnegara yang kasus positif Covid019 hanya ada 39 orang, Kabupaten Kebumen 34 orang dan Cilacap ada 48 orang.

“Saat ini pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di tempat kita ada 25 orang, yang sudah sembuh 31 orang dan yang meninggal dunia 1 orang,” ungkap Tiwi.

Lihat juga...