Di Banjarbaru Penanganan COVID-19 Menggunakan Sistem Ring

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarbaru terus mengintensifkan upaya penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), untuk mencegah penyebaran di masyarakat. Upayang dilakukan dengan menerapkan sistem ring.

Wali Kota Banjarbaru, Nadjmi Adhani, di Kota Banjarbaru, Kalsel, Minggu (14/6/2020) mengatakan, sistem ring merupakan kelanjutan dari penanganan dengan cara pelacakan (tracking), pengujian (testing) dan pengobatan (treatment). “Masukan seluruh unsur gugus tugas, dokter spesialis, epidemolog, dan surveillance, penanganan COVID-19 akan lebih ditingkatkan menggunakan sistem ring,” ujar wali kota, yang juga Ketua Gugus Tugas COVID-19 Banjarbaru.

Sistem ring diterapkan terhadap pasien terkonfirmasi positif, yang ditangani melalui tiga ring potensi penularan. Ring pertama adalah keluarga, ring kedua adalah teman kerja atau teman akrab, dan ring ketiga adalah lingkungan. Di ring pertama, keluarga yang tinggal satu rumah dan ring kedua yakni teman kerja atau teman akrab yang melakukan interaksi intensif langsung dengan pasien. Orang-orang di kedua ring tersebut akan mendapatkan swab tes.

Sementara untuk mereka yang berada di ring ketiga akan di-rapid test. “Strategi menggunakan sistem ring itu dilakukan agar upaya pelacakan dan pengujian berjalan efektif, sehingga bisa diketahui siapa saja berpotensi menularkan dan bisa ditangani sesuai protokol kesehatan,” jelasnya.

Saat ini, upaya tracking dan testing menggunakan rapid test, telah dan terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Banjarbaru. Tercatat sudah lebih dari 2.000 orang warga Banjarbaru yang dilacak dan di tes, sehingga bermunculan kasus positif, PDP dan ODP.

Sementara untuk treatment, Pemkot Banjarbaru mempersiapkan ruang isolasi, baik di Rumah Sakit Daerah Idaman, maupun di tempat karantina serta isolasi mandiri. “Harapannya, tentu agar proses mulai tracking, testing dan treatment bisa sukses sehingga penyebaran dan penularan COVID-19 di Banjarbaru bisa dikendalikan dan diminimalisir,” katanya.

Untuk memudahkan pelaksanaan tracking dan testing serta treatment, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru akan melibatkan unsur TNI, Polri, Ikatan Dokter Indonesia serta pihak terkait lainnya. (Ant)

Lihat juga...