Dukung Dunia Usaha, Pemerintah Tempatkan Anggaran Rp30 Triliun di Bank

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Pemerintah telah menempatkan anggaran sebesar Rp30 triliun di empat bank BUMN (BRI, BNI, Mandiri dan BTN) dalam rangka mendukung sektor dunia usaha, khususnya UMKM sebagai salah satu langkah pemulihan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menegaskan, bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring terhadap progres penggunaan anggaran yang tidak sedikit itu, selama paling lambat tiga bulan sekali.

“Kami akan melakukan evaluasi dan monitoring terhadap rencana bisnis yang telah disampaikan oleh masing-masing himpunan bank negara (Himbara) terkait bagaimana penggunaan dana tersebut,” ujar Menkeu di hadapan Komisi XI DPR RI, Senin (29/6/2020) di Jakarta.

Selain itu, Menkeu juga menyebut, bahwa pemerintah akan melibatkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan seluruh institusi penegak hukum untuk memantau pelaksanaan penggunaan anggaran tersebut.

“Penggunaan dana pemerintah harus mengedepankan akuntabilitas dan tata kelola yang baik agar mampu mendorong percepatan pemulihan ekonomi terutama untuk sektor riil melalui penyaluran kredit,” tukas Menkeu.

“Untuk monitoring kita lakukan melalui internal Kemenkeu, BPKP, dan kalau ada hal-hal yang mencurigakan tentu aparat penegak hukum bisa turun,” sambungnya.

Di forum yang sama, Menkeu telah menjabarkan rencana aksi masing-masing bank Himbara yang mendapat amanah pemerintah.

“Bank Mandiri akan memberikan kredit untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif atau sektor riil, padat karya, ketahanan pangan, dan mendukung sistem logistik nasional dengan total penyaluran Rp21 triliun selama tiga bulan,” jelas Menkeu.

Kemudian Bank BRI akan menggunakan dana pemerintah untuk mendukung rencana ekspansi kredit UMKM dalam enam bulan ke depan senilai Rp122,5 triliun dengan komposisi segmen mikro sebesar 88,87 persen atau Rp108,8 triliun.

“Ekspansi kredit oleh Bank BRI akan dilakukan untuk sektor pertanian Rp25,95 triliun atau 21,18 persen, perikanan Rp1,68 triliun atau 1,38 persen, industri pengolahan Rp12,61 triliun atau 10,3 persen, dan perdagangan Rp51,18 triliun atau 41,78 persen,” papar Menkeu.

Selanjutnya, Bank BNI, sambung Menkeu, akan menggunakan untuk ekspansi kredit pada segmen kecil, menengah, dan korporasi sebesar Rp15,04 triliun selama tiga bulan dengan sektor yang menjadi tujuan adalah perdagangan, pertanian, jasa-jasa, industri pengolahan, konstruksi, pengangkutan, listrik, air, gas, dan pertambangan.

“Khusus korporasi ekspansi kredit fokus pada industri yang berorientasi ekspor dan padat karya,” katanya.

Terakhir, Bank BTN akan menggunakan dana pemerintah untuk rencana penyaluran kredit pada Juli sampai Desember 2020 senilai Rp30,03 triliun dengan komposisi komposisi kredit perumahan mencapai lebih dari 70 persen.

“Ekspansi kredit tersebut difokuskan pada KPR senilai Rp5,4 triliun atau 51,6 persen,” pungkas Menkeu.

Lihat juga...